Cast:
- Lee Ji Eun
- Lee Hyuk Jae
Genre: Romance
A/N:
The plot isn't entirely mine. My sister wrote it, i just asked her permission to post it. This is HERS. And the real story is casted by Kyuhyun not Hyukjae. Okay, Just enjoy. Losta love.
\
-Let the story begin-
*********
"Because sing isn't everything..."
********
“Aku tak bisa menyanyi lagi..”
“Mwo? Jangan bercanda, Jieun-ah. Candaanmu itu sudah keterlaluan, kau tahu?” Ujar Eunhyuk yang berdiri dihadapan Gadis tadi dengan suara serius.
“Aku tak bercanda. Aku memang harus berhenti bernya..-”
“YA! Jieun-ah, sudah ku bilang untuk tidak mengatakan hal seperti itu. Apa kau tuli?” Sepertinya emosi pria itu sudah mulai naik.
“Yang perlu kau tahu aku sedang tak main-main.” Ucap Gadis itu, serius.
“Jieun-ah..-”
“Ku rasa kau sudah tahu bahwa aku tak pernah tak serius jika itu bicara tentang hubungan kita juga..” Ucapan gadis itu terpotong, dia mendesah sebelum melanjutkan “Juga urusan menyanyi.”
“Jadi kau tak bercanda huh? Kau sedang tak bermain-main?”
Gadis itu hanya mengangguk pasrah, memberikan jawaban bahwa itu benar. Pria yang tadinya memasang muka jutek itu jatuh terduduk, tak percaya.
Tes.
Bulir bening mengalir membentuk sungai kecil dibeberapa bagian wajahnya. Mulutnya mengangga tak percaya. Dan, tubuhnya bergetar hebat.
“Tenanglah. Jangan menangis. Aku tak apa.” Bujuk pria itu.
*******
“Jadi, bagaimana dengan debutmu, Jieun-ah?” Tanya Eunhyuk sedikit ragu.
“Sepertinya akan dibatalkan.” Gadisyang menjadi penjawab itu menunduk dalam.
“Jieun-ah, jangan sedih. Mungkin penyanyi bukanlah masa depanmu. Got it?”
“Mianhae. Aku tak bisa, Oppa.” Gadis itu menunduk dalam, menyayangkan nasibnya.
“Jieun-ah, aku janji akan membantumu agar kau bisa. Percayalah. Tapi aku tak akan memaksamu, ini kan hidupmu” Ucap Eunhyuk pelan lalu memeluk Jieun, erat.
“Gomawo oppa. Saranghae."
*******
“Lee Jieun-ssi, Maaf kami tak bisa melanjutkan rencana debutmu. Kau sudah tau alasannya bukan? Mianhae, bukannya kami tak menghargai usahamu selama ini. Tapi kami mohon mengertilah” Ucap pria paruh baya dihadapan Jieun dengan iba.
“Ne, Arraso. Mianhae sudah merepotkan agensi ini." Gadis itu mencoba tersenyum dibalik kepahitan yang dirasakannya.
“Jeongmal Gwenchanayo. Aku harap kau berhasil di lain tempat. Tetaplah berkeja keras, Jieun-ssi.”
“Pasti. Yeong Bin ahjussi, aku permisi dulu. Annyeong!" Jieun lalu membungkuk sebentar dan segera meninggalkan ruangan besar itu.
*******
“MWO? Jadi mereka bilang rencana debutmu harus dihentikan?” Eunhyuk bertanya kaget. Ada sorot tak percaya disana, dimatanya.
“Ne. Lagipula untuk apa menerbitkan penyanyi yang sudah tak bisa membawakan sebuah lagu sepertiku.” Ucap Jieun pasrah.
“Jieun-ah, Siapa bilang? Kau bisa, pasti bisa!”
“Tidak bisa.” Tukas Jieun.
“Memangnya apa yang terjadi pada suaramu, Jieun-ah? Kenapa bisa membuat keahlianmu harus berhenti sebelum debut?” Tanya Eunhyuk penasaran.
“Pita suaraku infeksi.” Jawab Jieun singkat. Tangannya bergetar, tak sanggup mengingat hal itu.
“In..infeksi?” Ulang Eunhyuk.
“Ya.”
“Tapi bagaimana bisa? Aku rasa selama ini tak ada masalah dengan pita suaramu, kenapa bisa infeksi?”
“Itu juga karna kecerobahanku. Aku terlalu ingin debut, aku ingin orang tuaku bangga bahwa aku bisa jadi seorang penyanyi. Setiap hari aku selalu berlatih berulang kali untuk membawakan lagu yang akan ku pakai sebagai lagu debut sebanyak 15 kali. Dan ternyata kerja kerasku itu malah membuatku harus berhenti menjadi penyanyi." Jelas Jieun mulai terisak.
“Jadi pita suaramu infeksi karna terlalu sering menyanyi?”
“Ne, kau juga tahu kan oppa kalau aku pernah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut suaraku. Dan kini ditambah dengan infeksi. Berakhir semuanya.” Jieun mengacak rambutnya frustasi, menenggelamkan wajahnya ke kedua telapak tangannya.
“Jieun-ah, sabarlah.”
“Kau tahu, Oppa? Saat pertama kali aku menderita infeksi pada pita suaraku aku tak tahu tentang hal itu. Aku terus menyanyi, hingga infeksi itu mulai menggila. Bayangkan dulu aku bisa membawakan 10 lagu tanpa henti dengan nada tinggi. Sekarang? Bahkan selesai membawakan satu lagu pun, tenggorakanku terasa sakit. Tepatnya di pita suara.” Ucap Jieun dengan suara serak.
“Jieun-ah, kau tak boleh seperti ini. Aku yakin kau bisa. Apa kau sudah tanyakan pada dokter apa ada jalan lain untuk menyembuhkan infeksinya?” Tanya Eunhyuk sambil mengelus lembut rambut Jieun.
“Sudah oppa.” Jawab gadis itu tertunduk.
“Lalu apa yang dokter katakan? Apa jalannya?” Tanya Eunhyuk kembali bersemangat.
“Sebenarnya jika infeksi pita suaraku tidak separah ini masih bisa disembuhkan dengan minum air putih, berhenti latihan menyanyi untuk sementara waktu, istirahat, dan menjauhi makanan berminyak. Sayangnya, infeksiku sudah parah, oppa.” Ucap Jieun dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Raut wajah Eunhyuk berubah dari semangat menjadi menekuk. Dia tak percaya harapan dari gaids satu-satunya yang ia cintai harus berhenti ditengah jalan. Itu sama saja membuat dunianya menjadi gelap.
********
Tik.
Tik.
Tik.
Sunyi. Hanya suara hujan yang menyapu kota Seoul yang terdengar.
“Jieun-ah..” Panggil Eunhyuk pelan.
Hening. Tak ada jawaban. Semenjak infeksi menyerang pita suaranya, Jieun lebih banyak diam. Tidak, bukan karna dia sudah tak bisa bicara. Hanya saja dia belum bisa menerima kenyataan bahwa dia tak bisa menjadi penyanyi seperti fantasinya.
“Jieun-ah..tolong jangan seperti ini." Suara Eunhyuk mulai bergetar.
“Jieun-ah? Aku tahu kau mendengarku, tapi kenapa kau tak bersuara? Jieun-ah.. Kau
menyiksaku jika seperti ini." Ucap Eunhyuk karna tak mendapat jawaban.
“Mianhae." Ucap Jieun singkat dengan tatapan datar yang kosong.
“Aku tak perlu kata maaf, Jieun-ah. Aku hanya perlu kau seperti dulu. Apa susahnya? Penyanyi bukanlah segalanya Jieun-ah. Kau bisa meneruskan usaha ibumu. Bahkan kau bisa menjadi desaigner. Tapi, kenapa kau lebih memilih seperti ini? Kau sudah membuang semua waktu hidupmu. Apa kau ingin begini terus sampai kau berubah menjadi keriput? Jujur saja, aku tak peduli apa kau bisa menyanyi atau tidak, apa kau bisa menjadi penyanyi atau tidak. Bagiku aku hanya perlu jika kau menjadi Jieun-ku yang
dulu. Apa itu terlalu sulit, huh? Apa itu terlalu..-”
Perkataan Eunhyuk terhenti. Jieun melemparkan tubuhnya dalam pelukan Eunhyuk. Hangat.
“Berhenti berkata seperti itu. Maafkan jika aku sudah menyiksamu. Aku hanya perlu waktu untuk terbiasa dengan semua ini. Aku masih akan tetap menyanyi walaupun hanya lewat hati. Setelah ini, aku akan meneruskan usaha ibuku. Dan aku mohon, tetaplah disisiku. Jika kau tak disini, aku tak tahu apa saat ini aku masih tahu caranya bernapas. Menyanyi adalah sepertiga hidupku. Tapi kau, adalah duapertiga hidupku. Kau mengerti oppa?” Tanya Jieun masih memeluk Eunhyuk erat.
Eunhyuk mengangguk mengerti, “Ne, aku mengerti. Tapi, kau harus berjanji tidak seperti ini lagi. Aku tak bisa melihatmua seperti ini. Itu menyakitkan. Kau tahu? Aku mencintaimu, adi jangan buat aku tersiksa." Ucap Eunhyuk pelan.
“Tak akan lagi. Maafkan aku..”
“Sudah kumaafkan, Jieun-ah.”
“Gomawo. Saranghae, Jeongmal Saranghae." Bisik Jieun pelan.
*******
5 years later..
Jieun saat ini sudah merangkap sebagai seorang Designer di butik Ibunya di Seoul. Bahkan saat ini dia sudah menikah, dengan Eunhyuk tentunya. Berbeda dengan Jieun, Eunhyuk telah menjadi penerus usaha ayahnya, CEO Sebuah perusahaan property.
“Oppa, cepat pulang ya. Jangan mentang-mentang kau sibuk dengan perusahaanmu kau jadi melupakanku." Ucap Jieun jengkel.
“Tentu saja, chagi. Aku tak akan melupakanmu. Kau hidupku, kau tahu?” Kata Eunhyuk, mengedipkan sebelah matanya pada istrinya tersebut.
“Ya ya, aku tahu. Tapi prilakumu tak menunjukan bahwa itu benar, Oppa." Sungut Jieun kesal.
“Prilaku yang mana, Nyonya Lee?” Alis Eunhyuk berkerut.
“Banyak!”
“Aish, mianhae. Ku usahakan agar tak terulang lagi. Jangan marah ya, aku mencintaimu.”
“Aku tak marah, Oppa. Aku hanya kesal. Oke?”
“Apapun itu, aku minta maaf.”
“Kuterima permintaan maafku, dengan satu syarat..”
“Mwo? Syarat?” Ulang Eunhyuk, bukan karna tuli tapi sekedar memastikan.
“Ne. Kau harus mengajakku ke Namsan Tower akhir pekan nanti.”
“Tap..-”
“Titik!”
“Baiklah, ku usahakan. Tapi, aku harus berangkat saat ini juga. Aku pergi chagi. Anyeong.” Eunhyuk mengecup bibir istrinya singkat lalu segera menuju garasi. Menancap gas dan mobil audinya pun siap membelah jalanan kota Seoul.
=THE END=