Author : Alsaniss (@hyukcrews)
Casts : Kwon Jiyong, Sandara Park, 2NE1 & Bigbang
members.
Genre : Sad, Romance
We
used to love during the many days we were together
We used to hurt together, making each other’s pain our own
We used to hurt together, making each other’s pain our own
Where
are you? Can’t you hear my voice?
My pained heart is looking for you
Is calling out to you- crazily
My pained heart is looking for you
Is calling out to you- crazily
My
heart, my tears, my memories of you
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart
We
used to like each other- you laughed at my smile
We used to cry together, you were pained by my tears
We used to cry together, you were pained by my tears
Where
are you? Can’t you see my tired body?
My pained heart is looking for you
Is calling ou to you crazily
My pained heart is looking for you
Is calling ou to you crazily
My
heart, my tears, my memories of you
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart
Please
come back to me- I call out your name every night
And in my exhausted waiting, I wander around and look for you
And in my exhausted waiting, I wander around and look for you
My
love, my tears, our memories
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart
OH MY GOD!!
What the heck he just said! Dara itu milikku, dan akan
selalu jadi milikku! Saat ini yang ingin kulakukan adalah membunuh pria itu. Dia gila, dan sinting. Dan aku menyesal karna
dia adalah GROUPMATE-KU!!!!!!!! Dan yang paling buruk adalah HE’S MY BESTFRIEND
EVER SINCE I ENTERED THIS AGENCY, Taeyang.
"Ji, kau tahu kau salah kan." Kata seseorang dari
belakang, berjalan mendekatiku dan kutahu pasti itu adalah TOP hyung.
"i don ' t know."
"Kau salah Ji. Kau harus memperbaiki kesalahanmu."
"Apa yang harus kuperbaiki hyung? Dara hanya over-react
saja. Lagian ini salahnya, jadi dia harusnya menyalakan dirinya sendiri."
Kataku tak mau mengalah. Aku tau aku salah karna berselingkuh dengan kiko, but
hey aku selingkuh karna Dara. Jadi Dara harus menyalahkan dirinya sendiri,
jangan salahkan aku.
"salahnya? Apa aku salah dengar? Tolong katakan
ya."
"tidak, telingamu mendengarnya dengan baik, sangat baik
mungkin hyung." Ucapku sinis.
"DAMNIT! Ji, ini salahmu! Kau yang berselingkuh
dibelakang Dara, dan sekarang kau menyalahkan Dara atas semua ini? Aku
benar-benar tak habis pikir dengan cara kerja otakmu. Dan parahnya kau
berselingkuh dengan wanita yang selalu menjadi orang ketiga di hubungan kalian.
U such a dumbass, Ji."
"aku tak mungkin berselingkuh dengan Kiko tanpa alasan
hyung. Andai saja Dara tidak terlalu sibuk dan masih mempunyai waktu untuk
sekedar menemuiku, aku pasti tidak akan kesepian dan berakhir dengan mengisi
kekosongan Dara dengan wanita lain. Andai dia bisa meluangkan waktunya untukku.
Andai dia pulang ke apartment kami saat aku benar-benar merindukannya, aku
pasti tak akan melakukan itu. Kamu tahu aku dengan baik hyung. Kau tahu aku
benar-benar mencintai dia, dia adalah satu-satunya yang bisa digapai oleh
mataku. Tapi hyung…damwit! Aku hanya seorang pria, hanya seorang pria biasa.
Aku juga punya hasrat hyung. Aku ingin seseorang untuk menemaniku saat aku
kesepian hyung. Aku ingin seseorang untuk mengisi kekosongan saat Dara tak ada.
Itulah kenapa aku memanggil Kiko ke apartementku, aku benar-benar tidak
menyangka Dara akan pulang. Aku kira dia masih sibuk.. Hyung aku bersumpah aku
tak bermaksud seperti ini. Aku hanya ingin have fun hyung, tapi sialnya Dara
memergokiku…” Kataku panjang lebar. Aku hanya ingin seseorang mendengar
alasanku. Alasan bahwa ini bukan sepenuhnya salahku.
"Terserah apa katamu Ji. Tapi bagiku ini semua tetaplah
salahmu. Your fuckin fault ji. " Ucap TOP hyung yang mungkin sudah mulai
merasa kesal dengan sikapku. "Kau tahu kan menjadi penyanyi adalah
mimpinya, dia benar-benar berusaha keras selama ini untuk menunjukkan kepada
dunia bahwa dia pantas berada di posisinya sekarang. Dan bahkan kau sendiri
yang selalu berkata padanya agar lebih bekerja keras lagi untuk karirnya, kau
yang selalu menyemangati dia. Kau yang selalu meminta pada sajangnim agar 2NE1
mendapat lebih banyak schedule agar menunjang popularitas mereka. Dan sekarang
setelah dia sukses, setelah dia mendapat banyak schedule tanpa bantuan
sajangnim, kau malah merasa dia melupakanmu. Kau merasa bahwa dia tak punya
waktu untukmu. Kau berpikir sisi negatifnya Ji. Harusnya kau berada di
belakangnya, mendukungnya agar dia lebih bersemangat menjalani schedule-nya.
Itulah kau yang dulu Ji. Tapi kemana Jiyong yang dulu? Kenapa kau malah jadi
egois seperti ini sekarang? Hah?"
"Hyung ak-"
"kau pikir ini kemauan Dara? Kau pikir Dara
menginginkan semua schedule ini? Kau pikir Dara sengaja tidak ingin menemuimu?
Kau pikir dia senang tak bertemu denganmu? apakah itu semua yang kau pikirkan?
Dia juga menderita Ji. Dia menderita tidak bisa menemuimu, tidak bisa
menghabiskan waktunya denganmu. Tapi ini semua harus dilakukannya sebagai
seorang profesional Ji. Kenapa kau tak bisa berpikir begitu hah?"
"A..aku h-hanya ti-"
"dan juga, selama ini kau lebih sibuk darinya. kau
berpergian ke luar negeri setiap bulannya, kau promosi sana-sini, tak pulang,
tak memberi kabar padanya, tak menghabiskan waktu dengannya, tak berada
disampingnya, tapi lihatlah Ji. Dara tetap setia. Dia tidak berpikir untuk
selingkuh sepertimu. Dia tidak berpikir untuk 'mengisi kekosongan' seperti yang
kau lakukan. Karna dia mencintaimu Ji. Dia tidak mengeluh, bahkan dia selalu
mendukungmu walau dia ingin berada disampingmu. Tapi lihat kau Ji! Hanya karna
jadwalmu sedang kosong sebulan ini, kau malah berpikir seperti itu. Aku
benar-benar kecewa padamu Ji."
"hyung aku tidak pernah berpikir ini akan serumit
ini..."
"kau bodoh Ji."
"hyung a-aku."
"Aku pikir dia benar-benar hancur sekarang. Mungkin dia
tak akan mau bertemu denganmu mulai sekarang, dan hal terburuknya mungkin itu
akan berpengaruh pada cintanya untukmu, Ah kurasa dia akan berhenti mencintai-“
"FUCK YOU HYUNG!! Aku satu-satunya yang Dara cintai.
Aku satu-satunya yang dia inginkan. Bahkan jika aku berselingkuh dengan semua
j*l*ng di dunia ini, dia akan tetap kembali padaku karna dia benar-benar
mencintaiku hyung! “
"Keep it on your mind bro, jadilah keras kepala selama
kau ingin. Dan mari kita lihat apa yang akan menimpamu. Karma is exist Ji. What
goes arround, comes arround. Mungkin kau akan melihatnya dengan orang
lain…secepatnya..Dia cantik Ji. Banyak pria diluar sana ingin dia menjadi milik
mereka. Tapi dia memilihmu. Kau sangat beruntung bro. tapi..aku tak habis pikir
dengan apa yang kau lakukan padanya. Dia harusnya memilih Taeyang sebelumnya."
What?
Taeyang?
Bahkan TOP hyung membela Taeyang??
Apa dunia sedang mempermainkanku huh?
G-dragon always get what he wants!
Aku tak akan membiarkan itu terjadi..
"F*CK YOU HYUNG! Jangan kau berani mengatakan Dara akan
menjadi milik Taeyang. DAN TIDAK, DARA TIDAK PERNAH SALAH MEMILIH. Aku lebih
baik dari si br*ngsek itu. Seluruh dunia
tau itu hyung! I’m G-DRAGON. G-dragon is the king. Dan tentu saja G-dragon
tidak akan membiarkan pacarnya untuk menjadi milik sahabatnya. Apa yang
kunginkan, kudapatkan hyung. Note it!!" Teriakku kesal di depan TOP hyung yang
kaget melihat amukanku, setelah itu aku langsung keluar dari studioku,
memutuskan untuk menemui Dara.
DAMN!
Kupikir aku benar-benar butuh untuk berbicara dengannya
secepatnya. Aku benar-benar tak ingin Dara menjadi milik Taeyang. Dia akan
mengerti dan akan memaafkanku. Aku yakin itu. Dara mencintaiku lebih dari
apapun, semua yang dia inginkan hanyalah bersamaku. Aku benar-benar yakin apa
yang dia katakana malam itu hanya emosi. Aku akan memperbaiki ini denganmu
jagiya.
I will take you back
Dara.
*****
Aku benar-benar benci diriku sendiri. Bagaimana mungkin aku
membiarkan orang yang kucintai disakiti seperti itu oleh orang yang
dicintainya, yang sangat buruk adalah dia adalah sahabat baikku. Sahabat sejak
dimana aku memulai mimpi ini, memutuskan untuk memasuki dunia ini.
Ya, Jiyong datang lebih awal dihidupku sebelum Dara, the one
I love. Jiyong tau aku mencintai Dara, pacarnya atau mungkin lebih cocok jika
kusebut mantan pacar. Jiyong tau bahwa kami mencintai gadis yang sama. Itulah
mengapa kami melakukan pertandingan untuk merebut hati Dara dulu. Kami
bertanding untuk memenangkan hatinya, bertanding untuk menjadi pacarnya. Dan
hasilnya adalah aku kalah, dan Jiyong menang. Aku sangat memprihatinkan saat
itu. Mungkin semua fans memang benar, aku dan Dara memang dekat, atau mungkin
aku yang dekat dengannya karna sebenarnya Dara tidak terlalu dekat denganku.
Aku benar-benar bersusah payah mendekatinya waktu itu, aku mengajaknya menjadi
model MV-ku. Aku sangat bahagia saat dia tertawa karnaku. Aku pikir dia
memiliki perasaan yang sama padaku, tapi aku salah. Dara tidak pernah
benar-benar menyimpan perasaan untukku. Sebelum aku menyatakan perasaanku pada
Dara, Jiyong telah mendapatkan hatinya lebih dulu. Aku melihat mereka, menjadi
saksi bagaimana bahagianya Dara saatnya setuju untuk memulai hubungan dengan
Jiyong saat itu. Matanya menuliskan itu semua. Matanya benar-benar dipenuhi
cinta saat berkata ‘ya’ pada Jiyong. Mata yang tidak pernah kulihat saat dia
sedang bersamaku. Melihat Dara bahagia saat itu, aku pikir itulah yang terbaik
untuk kami, untuk Dara. Aku benci mengakuinya tapi..Jiyong menang.
Aku memutuskan untuk keluar dari hidup mereka. Memutuskan
untuk membiarkan mereka bahagia, untuk menyerah dengan cintaku. Membiarkan
cintaku hanya terkubur sebagai rahasia antara aku, Jiyong dan member lainnya.
Then..setelah beberapa hari Jiyong menyatakan cintanya pada
Dara, dia datang padaku, memberitahuku semuanya.
FLASHBACK ON
“Bae…” seseorang memanggilku saat aku tengah berkutat dengan
CD Playerku, yang kutahu pasti itu sahabatku, Jiyong.
“Aku..Aku telah menyatakan cintaku pada Dara..” Ungkapnya
padaku, yang sama sekali tak membuatku kaget karna aku telah mengetahuinya.
“Oh benarkah?” Jawabku santai, atau lebih tepatnya berpura-pura
santai.
“Bae apa aku tak salah dengar? Aku baru saja berkata aku
telah-“
“Aku tahu.”
“Maksudmu?”
“Kau terlalu focus saat itu sehingga kau tak melihatku
berdiri di belakang rak pajangan bro..”
“Jadi…kau sudah tahu?”
“Seperti yang kau duga.”
“Bae..aku..aku minta maaf, aku hanya tak bisa Manahan
perasaanku malam itu. Aku tahu kau marah, kau boleh marah Bae, tapi kumohon
ja-“
“Berhentilah berbicara. Kau seperti ahjumma-ahjumma bro.”
Kataku tertawa sambil memukul pelan lengannya, memberitahu padanya bahwa it ‘ s
okay untukku.
“Kau…kau tak marah?” Tanya Jiyong kaget, siapa yang tak
kaget saat melihatku seperti ini saat seharusnya aku marah dan menonjok wajah
sahabatku ini.
“untuk apa huh? Untuk membuat diriku semakin terlihat
menyedihkan huh?”
“k-kau..”
“It ‘ s okay for me bro. Aku tahu Dara akan memilihmu.
Bahkan jika kita menyatakan perasaan kita pada waktu yang sama, She will still
pick you.”
“Bae..apakah ini akan berpengaruh pada persahabatan kita?”
“tentu saja tidak. Aku tidak akan memutuskan persahabatan
kita. Kau akan tetap menjadi sahabatku…tapi aku mempunyai syarat..”
“Syarat apa Bae? Aku akan menepati itu.”
“Jaga dan cintailah Dara. Jangan kau sakiti dia, sekali kau
sakiti dia saat itu pula aku akan berhenti menjadi sahabatmu.” Jawabku serius,
aku serius saat mengatakan ini.
“Hanya itu? Tentu saja. Tanpa kau minta pun aku akan
melakukannya.”
“Baguslah.”
“Jadi? We are still bestfriend right?”
“yeah bro, hmmm…bagaimana kalau kau mentratirku dalam rangka
you got new girlfriend..” Kataku mengalihkan topic. Aku benar-benar tidak suka
dengan topic ini.
“Sure bro. Let ‘ s go!
FLASHBACK OFF
Tanganku mengepal saat mengingat hari itu kembali. Dia
berpikir aku akan marah padanya karna kami berjanji untuk menyatakan perasaan
kami pada waktu yang sama, perjanjian yang Jiyong ingkari. He confess first
before i could. Jujur, aku marah saat itu padanya. Aku ingin sekali meninjunya.
Bagaimana mungkin dia berani melanggar perjanjian kami? Dimana semua harga
untuk usahaku saat itu. Sungguh aku ingin membunuhnya, melupakan kenyataan
bahwa dia adalah sahabatku. Tapi ketika bayangan wajah bahagia Dara saat
menerimanya menari-nari di dalam otakku, aku benar-benar melenyapkan semua
keinginan untuk membunuh Jiyong Aku berpikir “Love isn ‘ t always about having
each other”. Mungkin saja Dara tidak akan bahagia jika dia bersamaku. Dara
mencintai Jiyong.
Tapi..
Apa yang kudengar dan kuketahui baru saja ini benar-benar
membuatku marah. Aku merasa dikhianati. Jiyong mengingkari janjinya padaku. Dia
menyakiti Dara, menyakiti wanita yang dijanjikannya untuk selalu dijaganya,
untuk selalu dicintainya. Tanpa Jiyong sadari, dia menyakitiku juga.
Aku benar-benar tidak mengerti.
Apakah takdir kini sedang mempermainkan kami?
Ataukah dunia sedang ingin melihat kami hancur?
Ini semua benar-benar tak masuk akal. Tapi…mungkin saja ini
adalah petunjuk tuhan untukku. Mungkin saja ini cara tuhan untuk memberitahku
inilah saatnya. Saat untuk mengambil sesuatu yang harus menjadi milikku. Tuhan
memang adil, dia membiarkanku patah hati diawalnya, tapi aku percaya tuhan akan
membantuku bahagia di akhirnya.
Aku akan memperjuangkan cintaku. Akan berusaha untuk
mengambil hati Daram menyembuhkannya dari patah hatinya. Dan jika semua usahaku
sia-sia, Dara masih saja tidak bisa mencintaiku, then it ‘ s okay for me as
long as she ‘ s not with him. Aku akan mengikhlaskan Dara untuk siapapun, tapi
tidak untuk Jiyong. Jiyong telah kehilangan kesempatan yang aku berikan.
Dara .. I ' ll take you from that jerk!
"Bae?" Sebuah suara mengagetkanku dari lamunan
panjangku. Aku berbalik dan menemukan Dara berada di sampingku. Memandang heran
ke arahku.
"D-dara?"
"Sedang apa disini huh?"
"Bukannya aku yang harus bertanya padamu hm?"
"Aku sedang memikirkan sesuatu yang benar-benar rumit
Bae."
"Maksudmu tentang J-" ucapanku terhenti saat aku
melihat matanya. Dia sedang berusaha untuk menjadi kuat, aku tahu itu. Dia
mencoba untuk menahan tangisnya. Tidak Dara, tidak sekarang.
Alangkah baiknya aku tak membawa nama Jiyong sekarang.
"Menangislah!" ucapku singkat, menatap dalam ke
matanya.
"apa maksudmu huh? Untuk apa menangis? I ' m fine. I
told you that i just in a deep sigh" ucap Dara, tertawa atau bisa kubilang
tertawa palsu. Dara benar-benar pembohong yang payah.
"Jiyong told us everything. Tidak ada salahnya menjadi
wanita lemah sekali, Dara."
"Benarkah?"
"neh, it ' s not good when you want to cry your eyes
out, but you force to put a smile in your face."
My friends say you're so into me
And that you need me desperately
They say you say we're so complete
And that you need me desperately
They say you say we're so complete
"pfft…” Dara menghembuskan nafas, aku rasa dia
benar-benar memikul beban berat sekarang.
"sekali saja Dara. Sekali saja menjadi lemah. Biarkan
kau kalah hari ini. Mungkin saja tangisan hari ini akan membantumu lebih kuat
esoknya. Ya, kau lemah sekarang, Ya, kau kalah hari ini, tapi ingatlah Dara...
Storm isn ' t lasts forever. Hari ini kau terluka, dan terkhianati. But let it
go. You can learn from your past."
"Bae..hsk-hsk" ucap Dara mulai terisak, mungkin
dia berpikir yang kukatakan benar. Tidak ada salahnya menjadi lemah sekali
saja. Dara sudah cukup berpura-pura tegar selama ini. Mungkin dia sudah terlalu
letih untuk memasang senyum palsu untuk meyakinkan semua orang that she ‘ s
fine.
But I need to hear it straight from you
If you want me to believe it's true
I've been waiting for so long it hurts
I wanna hear you say the words, please
If you want me to believe it's true
I've been waiting for so long it hurts
I wanna hear you say the words, please
"Ssstt Dara i ' m here! Tell me everything you feel,
cry in front of me, it ' s free."
"Ji..hsk..Jiyong..hhh..k-kenapa d-dia melakukan i-ini
p-padaku Bae? A-apa s-salahku Bae? A-aku hisk hisk hisk"
Don't, don't let me be the last to know
Don't hold back, just let it go
I need to hear you say
You need me all the way
Oh, if you love me so
Don't let me be the last to know
Don't hold back, just let it go
I need to hear you say
You need me all the way
Oh, if you love me so
Don't let me be the last to know
Aku memeluknya. Memeluk tubuh wanita yang sedang menangis
itu, wanita yang kucintai. Yang akan kupertaruhkan kebahagiaanku untuk
kebahagiannya. Sungguh, melihatnya hancur di depanku benar-benar membuatku
merasa tercabik-cabik. Aku tak pernah melihatnya sehancur ini.. Dara..mengapa
kau membuatku jatuh untukmu sangat jauh, membuatku tak bisa menemukan jalan
untuk keluar dari bayanganmu.
Saat melihat keadaan Dara saat ini, yang terlintas di
pikiranku hanya seseorang. Seseorang yang bertanggung jawab dengan ini semua.
Jiyong.
Jiyong… apa yang kau lakukan padanya huh.. kau benar-benar
bodoh menyia-nyiakan Dara. Kau benar-benar brengsek, Ji.
' I ' ll make you happy Dara. I won ' t let that b*st*rd
hurt you '
Aku memeluknya erat, membelai punggungnya. Mencoba
menenangkannya. Aku ingin menangis sekarang, terlalu sakit melihat orang yang
kita cintai menangis di depan kita seperti ini...terutama itu bukan karna kita...
*****
While in other side..
Seorang pria berdiri tak jauh dari tempat dimana seorang
pria lain memeluk seorang gadis, membuat pria itu mengepalkan tangannya,
menahan amarah agar tidak lepas kendali dan berjalan ke arah pria itu untuk memukulnya
dan menjauhkannya dari gadis itu...gadis miliknya, begitulah pikirnya!
' She ' s mine...now and forever '
Then he left the place, it ' s better than he stand there to
witness that fuckin annoyed moment.
- TBC -