Senin, 30 Desember 2013

[FANFICTION] Give Me Second Chance Chapter IV


poster 



~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

I always needed time on my own
I never thought I'd need you there when I cry
And the days feel like years when I'm alone
And the bed where you lie is made up on your side

When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now?

When you're gone, The pieces of my heart are missing you
When you're gone, The face I came to know is missing too
When you're gone, The words I need to hear to always get me through the day
And make it OK. I miss you

I've never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you,
I love the things that you do

We were made for each other out here forever
 All I ever wanted was for you to know
Everything I do, I give my heart and soul
 
 
"Hyung..." Seungri dengan kesal membangunkan Jiyong yang tengah tertidur pulas diatas ranjangnya.

"Ahhh... 5 menit lagi." Jiyong meracau asal, membuat Seungri semakin kesal.

"Hyung.. Ayolah ini sudah 5 menit ketigamu. Haish.." Seungri semakin kencang mengguncang tubuh Jiyong.

"YAH! Berani menggangguku kupastikan kau tak akan dapat bagian di album akan datang." Ucap Jiyong sebelum menutup wajahnya dengan guling, membuat Seungri semakin kesal menghadapi hyungnya itu.

"HYUNG GEMPA BUMI! BANJIR! LONGSOR! KEBAKARAN! TSUNAMI! PETIR! BADAI TOPAN! BADAI KO- Awwww!!!" Seungri berteriak dengan keras untuk membangunkan Jiyong hanya untuk mendapatkan tendangan keras di tangannya dari Jiyong sebagai balasan. Membuat lelaki itu berteriak kesakitan.

"awwww..oh gosh..Itu sakit sekali.ouchhhh...kenapa kau menendangku hyung ouchhhhh..."

"argghhh..kepalaku sakit. Diamlah!" Erang Jiyong, tak peduli dengan rengekan sang maknae.

"Tunggu sebentar. Aku akan mengambil honey tea untuk sedikit menghilangkan hangover-mu itu." Seungri bangkit berdiri, meninggalkan Jiyong untuk mengambil honey tea yang telah dibuatnya diluar.


*****

"Dara-ah.."

"hmmmm..."

"Dara bangunlah. Pancake-mu sudah siap." Yongbae mencoba membangunkan Dara. "Ayolah bangun."

"Hmmm...ini masih terlalu pagi Bae."

"Aish jinjja. Bangunlah. Ini sudah siang. Pancake-mu sudah kusiapkan."

"Eh? Kau sudah menyiapkan sarapan?"

"Ne. Bangunlah. Aku akan menunggu diluar."

"Baiklah."


*****


"MWO? Apa kau gila huh?" Jiyong menatap tak percaya ke arah Seungri, masih tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh maknae malang tersebut.

"Aku tak gila aish. Kau perlu untuk bertemu Taeyang hyung. Kau harus membicarakan semuanya dengannya. Jika kau tidak ingin Taeyang hyung mengambil noona, maka kau harus bertemu dengannya, meminta maaf, dan meminta pengertiannya." Seungri menggigit sandwich-nya masih tetap menatap Jiyong.

"Jika kau ingin meminta maaf pada noona, setidaknya kau harus meminta maaf dulu pada orang-orang terdekatnya yang tanpa sadar telah kau sakiti juga hyung."

"Tapi..aish..aku tak mungkin bertemu Yongbae. Aku tak ingin menjatuhkan harga diriku di depannya."

"HYUNG!!!!" Seungri berteriak tak percaya dengan apa yang baru saja Hyungnya katakan. "Kau masih memikirkan ego dan harga dirimu? Jika kau memang mencintai Noona, kau harus berkorban. kau tidak akan mati kan kalau meminta maaf pada Taeyang hyung.."

"haish.. lalu maksudmu aku harus pergi Pada Yongbae? Dan pulang dengan wajah babak belur? Itu maumu huh? Kau lihat sendiri kan bagaimana marahnya dia padaku kemarin." Jiyong menatap malas ke arah Seungri. "Kecuali kau ingin Bigbang tak ber-leader lagi maka dengan senang hati aku akan pergi ke Yongbae sekarang. Atau kau ingin menjadi leader itu sebabnya kau ingin aku mati? Ka-"

"You're impossible. Kau gila hyung." Seungri memutar matanya, tak percaya dengan cara otak Jiyong berpikir.

"Sebesar apapun amarah Taeyang hyung padamu, dia tak akan berani membunuhmu. Kau masih sahabatnya hyung. Dan pula, sajangnim akan memanggang p-ntatnya jika dia berani membunuh YG's money maker." Seungri menatap Jiyong serius.

"Tapi.."

"Hyung aku akan membiarkanmu kehilangan noona jika kau masih keras kepala!" Seungri berkata pada Jiyong dengan nada serius, menatap langsung kearah matanya.

"Fine. Jadi kapan aku harus menemuinya?"

"Pagi ini." Seungri mengambil tissue dan membersihkan mulutnya sebelum bangkit berdiri dan menepuk pundak Jiyong. "Bersiap-siaplah. Aku akan menemanimu." Kemudian pergi meninggalkan Jiyong yang terdiam.

*****



"YAH! apa ini masih bisa disebut pancake huh?" Dara bertanya pada Taeyang dengan wajah gelinya.

"Makan saja haish jinjja." Taeyang menatap Dara dengan wajah marah, tentu saja ia tidak marah. Hanya sedang berpura-pura marah.

"Bagaimana aku bisa memakan ini jika rasanya seperti roti gosong? Benar-benar tak memiliki cita rasa." Dara mencibir Taeyang masih dengan wajah gelinya.

"YAH! Sandara park!"

"Mwo? Harusnya kau tidak usah menawarkan diri jika kau tidak bisa membuat pancake hahaha." Dara tertawa mengejek pada Taeyang.

"kau benar-benar. Aish.."

"Setidaknya kau sekarang harus bertanggung jawab dengan perutku. Aku belum makan dan kau malah meracuniku dengan roti gosongmu itu."

"ITU BUKAN ROTI GOSONG! Aishhhh.." Taeyang mengacak rambutnya frustasi. "Baiklah, bagaimana kalau kita makan diluar saja?"

"Ide yang bagus. Tapi...aku tak membawa pakaian kemari. So kindly borrow me your clothes."

"Fine, ambillah pakaian mana saja yang kau inginkan dari lemariku."

"Jinjja? Ah..Aku akan mengambil yang paling mahal. Aku berdoa pakaianmu tidak mempunyai ukuran yang besar sehingga aku akan tetap terlihat cantik nantinya." Dara tertawa sebelum meninggalkan Taeyang yang menatap tak percaya ke arahnya.

"Aish that girl."

*****


"Ceritakan padaku." Seungri berkata dengan suara pelan masih dengan menatap kearah depan, fokus pada arah jalanan.

"Ceritakan apa? apa yang harus ku-"

"Mengapa kau bisa bersama Kiko malam itu." Seungri memotong ucapan Jiyong.

"A-aku.."

"Jangan berani mengatakan alasan yang kau berikan pada TOP hyung." Sekali lagi Seungri memotong ucapan Jiyong.

"Apa maksudmu?"

"TOP hyung menceritakan padaku apa yang kau katakan padanya kemarin. Alasanmu benar-benar konyol hyung." Seungri memutar matanya, kesal ketika mengingat alasan Jiyong yang diberikan pada TOP.

"Aish that man. Benar-benar cerewet."

"Ceritakan."

"YAH! Kenapa kau memerintah leadermu huh? K-"

"Aku bersumpah akan membiarkan Taeyang hyung merebut noona jika kau tak menceritakannya padaku."

"Mwo?"

"Lihatlah hyung, sekarang semua orang membencimu. Bahkan Daesung hyung yang selalu diam, merasa marah padamu, yah walau tak sebesar rasa marah para gadis 2NE1. Apa kau pikir ada orang yang memihakmu sekarang? Yang akan membantumu? Tidak ada. Kau hanya mempunyai aku sekarang di pihakmu hyung. Dan aku tidak akan takut untuk meninggalkanmu berjuang sendirian jika kau masih keras kepala." Seungri menatap kearah Jiyong.

Jiyong kini tengah menatap kosong kearah depan. Sadar dengan apa yang baru saja dikatakan Seungri. Ya, itu benar. Hanya Seungri yang ada di pihaknya sekarang. Ia tidak bisa mengharapkan orang lain. Semua orang membencinya sekarang. Terutama sahabat terbaiknya, Taeyang.

"Aku tak bermaksud membuat ini semua jadi serumit ini." Jiyong menundukkan kepalanya, merasa bersalah.

"Sekarang belum terlalu terlambat hyung. dan karna kau ingin memperbaikinya, setidaknya ceritakan kejadian sebenarnya kepadaku. Jangan mengurangi dan menambahkan. Agar aku bisa memahami situasinya dan membantumu mencari jalan keluar."

"Baiklah."

FLASHBACK ON

"Yah, mengapa kemampuanmu membuat lagu semakin memburuk saja huh?" YG melemparkan lembaran sheet music yang Jiyong berikan padanya dengan keras di hadapan Jiyong. Membuat Jiyong terdiam menundukkan kepala.

"Hyung a-a.."

"Jiyong-ah, aku mempercayaimu. Aku selalu membanggakanmu, memujimu, membesar-besarkanmu di depan orang lain karena bakatmu yang luar biasa. Aku mencintai musik-musik yang kau ciptakan. Percaya padaku, kau harapanku diantara semua artis YG. Tapi.. Kali ini semua lirik-lirik yang kau berikan, semua musik yang kau ciptakan ini benar-benar tidak bisa disebut bagus. Kemana Kwon Jiyong yang hebat dalam menciptakan musik-musik berkelas? Huh?"

"Aku...aku..."

"Keluarlah, dan berjanjilah padaku minggu depan kau akan kembali kesini dengan membawa hasil yang lebih bagus dari ini. Ingat deadline untuk solo album-mu semakin dekat." YG bangkit berdiri dari kursinya, meninggalkan Jiyong terdiam dalam ruangannya sendiri.

*****

"Yoboseyo?"

"Oh Jiyong? Ada apa?" Jjangmae bertanya dari ujung telepon.

"Bisakah aku bicara dengan Dara? Sebentar saja." Jiyong berkata dengan sedikit nada memohon.

"Ah mianhae Jiyong-ah, Dara sangat sibuk sekarang. Dia sedang shooting MV terbaru 2NE1. Mengertilah, ne?"

"Sebentar saja kumohon."

"Mianhae Jiyong, kau bisa menelpon beberapa jam lagi." Jjangmae menutup sambungan telepon dengan cepat, takut Jiyong akan memaksa untuk berbicara dengan Dara.


3 Hours later

"Yoboseyo?" Suara lelah Dara terdengar diujung telepon.

"Darong.."

"Jiyong ada apa? Apa kau baik-baik saja?"

"Aku tidak baik-baik saja."

"Mwo? Wae?"

"Bisakah kau datang kesini? Aku membutuhkanmu. Aku benar-benar membutuhkanmu."

"Jiyong, mianhae. Aku tidak dapat kesana sekarang. I still have 3 shoots with the girls. Tapi aku berjanji akan datang kesana sesegera mungkin setelah jadwalku hari ini sele-"

"Arasso." Jiyong memutuskan sambungan telepon. Membuat Dara terdiam cemas. Tidak biasanya Jiyong langsung memutuskun telepon seperti itu, pikirnya.


@ Twosome Club


"Heol. Work. Work and Work. Just dating that damn work then." Jiyong berkata pelan pada dirinya sendiri. Merasa kesal karena Dara tidak dapat menemuinya sekarang ketika dia benar-benar sangat membutuhkan Dara. dia benar-benar membutuhkan seseorang sekarang. Pikirannya kacau setelah keluar dari ruangan YG tadi pagi. Dia benar-benar stress memikirkan deadline albumnya yang semakin dekat, tapi otaknya tak bisa diajak bekerja sama untuk menciptakan lagu yang diinginkan YG.

"Damn that old man." Jiyong mengacak rambutnya kesal. "Where the hell is my vodka?" Jiyong berteriak kepada sang bartender. Membuat sang bartender dengan cepat memberikan Jiyong segelas vodka.

"Dunia ini benar-benar membuatku gila. Arrgghhhhhh!" Jiyong berteriak frustasi sambil meneguk vodka-nya yang kesekian kali. "Berikan aku satu lagi."

"But sir, you already drunk. you can-"

"GIVE ME ONE!!!" Jiyong berteriak keras membuat sang bartender ketakutan.

"Yes sir. This is your vod-"

"Oh Jiyong?" Sebuah suara familiar memotong ucapan sang bartender. Membuat Jiyong membalikkan badannya untuk melihat pemilik suara tsb.

"Kiko-chan?"

"Uhhh yeah. Apa yang kau lakukan disini? Dimana TOP?" Kiko bertanya kepada Jiyong sambil duduk di sebelahnya.

"Aku bukan ibunya. Aku tak tahu."

"Ohh.. I see. Btw, Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang kau lakukan disini? Sendiri?" Kiko bertanya dengan sebuah seringaian di bibirnya.

"Mengeluarkan kepenatan. Dan ya, aku sendiri."

"Wow. Kebetulan. Aku juga datang sendiri."

"Then lets be drinking budies for tonight." Jiyong berkata sambil meminum segelas vodka yang diberikan padanya tadi.

"Yeah!" Kiko tertawa menyetujui ajakan Jiyong untuk menjadi teman minumnya.


2 hours later..


Setelah meneguk lebih dari 12 gelas vodka, Jiyong mulai kehilangan kesadarannya. Ia berbalik ke arah Kiko. "Hey. Let ' s go home."

"Yeah. Biarkan aku mengantarkanmu."

"Ani, aku akan pulang sendi-"

"Kau mabuk berat. Let me help you!" Kiko menarik lengan Jiyong, membawanya keluar dari club.


@ Jiyong ' s apartment


"Jiyong... masukkan password apartmentmu."

"Neh." Setelah memasukkan password, Jiyong dan Kiko masuk ke dalam apartment. Kiko membantu Jiyong masuk ke dalam kamar, membantu Jiyong melepaskan sepatu dan jaketnya saat tiba-tiba Jiyong menarik wajah Kiko dan menciumnya ganas.

"Dara.." Jiyong mendesah ditengah ciuman panasnya dengan Kiko, "Uhh..i miss you so much babe.." Jiyong terus menyebut nama Dara dalam ciuman panasnya dengan Kiko.

'Sepertinya dia menganggapku Dara.' Pikir Kiko. 'Fine, Tak apa jika kau menganggapku

Dara. After all you ' re a hot man. I can ' t ignore you.'



Jiyong dan Kiko terus berciuman, saling beradu lidah, bertukar saliva, tak memedulikan keadaan sekitar. Ketika tanpa sadar Dara masuk ke dalam kamar dan melihat adegan itu.

Kaget.

Tak lama kemudian suara isakan mulai terdengar, Dara menangis terisak.




Mendengar isakan Dara, membuat Jiyong yang sebelumnya mabuk, menjadi sadar total -if that even possible. Tangisan Dara membawa kembali kesadaran Jiyong. Jiyong sangat kaget mendapati bahwa bukan Dara yang ditindihnya, yang diciumnya mesra. Tetapi gadis lain, Kiko.

"Dara..."


FLASHBACK OFF


"Apakah kau menceritakan yang sejujurnya padaku hyung?"

"Aku tak berbohong maknae." Jiyong menjawab Seungri pelan.

"Lalu mengapa kau tak menceritakan ini pada TOP hyung? Kenapa kau malah membuat seolah-olah ini salah Noona di depan TOP hyung? Kenapa kau-"

"Aku sudah cerita Seungri-ya. Aku pergi clubbing malam itu karena-"

"Karena aku kacau, aku meminta Dara untuk menemaniku tapi dia tidak bisa. dan akhirnya semuanya berakhir seperti itu. Itu yang kau ingin katakan huh?"

"A-"

"Kau sangat buruk hyung."

"Apa? Kau tak mengerti."

"aku mengerti. Itulah sebabnya aku bilang kau sangat buruk."

"Lalu kenapa kau bilang aku buruk huh?"

"Ayo akui, ini semua salahmu. Kau hanya takut disalahkan oleh semua orang, jadi kau juga ikut menyalahkan noona yang sebenarnya tidak mempunyai salah. Benar kan?"

"Apa yang kau katakan? Aku ti-"

"Aku benar. Kau terlalu takut. Takut semua orang akan menyalahkanmu. Kau tidak siap untuk disalahkan, benar kan?" Seungri bertanya pada Jiyong, yang lebih terdengar seperti pernyataan. Jiyong hanya mengangkat bahu, mengisyaratkan bahwa dia tak tahu.

"Sekali lagi aku benar. Kau menganggap itu salah noona hanya karena noona tak menemanimu saat itu. Tapi sebenarnya itu salahmu." Seungri menarik nafas dalam sebelum melanjutkan, "Kau yang care less saat membuat lagu baru, kau terlalu santai saat membuat lagu-lagu itu. Kau terlalu yakin sajangnim akan menerima lagu-lagu yang kau buat meskipun kau mengerjakannya dengan san-"

"Aku tak santai saat itu."

"Huh? Apa kau kira aku amnesia begitu saja hyung? Jelas-jelas aku yang selalu bertanya padamu kenapa kau hanya menghabiskan waktumu dengan hal-hal yang tak berguna sementara kau disuruh membuat lagu baru oleh sajangnim setiap kali aku melihatmu hanya tidur, bermain game, shopping, menganggu para trainee, dll. Apa kau kira aku amnesia huh?"

"Aish..Kenapa ka-"

"Jadi itu semua salahmu."

"Jika aku mengakui kesalahanku, Dara akan menerimaku kembali?" Jiyong bertanya pelan.

"50:50."

"Kalau begitu kuakui atau tidak, Dara tetap akan membenciku, meninggalkanku. Apa gunanya aku mengakui kesalahanku? Tak ada yang akan berubah kan."

"Tolol. Setidaknya kau telah mencoba hyung."




"Mencoba? Apa gunanya mencoba sesuatu yang hampir tidak mungkin? Setidaknya jika aku berasalan, Dara akan merasa sedikit bersalah dan mungkin mau menerimaku kembali. Itu terdengar lebih baik daripada mengakui kesalahanku tapi tak mendapat apa-apa diakhir."



"Kau bilang kau cinta pada noona. Apakah caramu mencintai orang adalah dengan membohonginya hyung? You're impossible."

"Kau tak mengerti."

"Kau yang tak mengerti. Apa salahnya mengakui kesalahan? Setidaknya kau telah berusaha jujur. Orang akan lebih menghargai kejujuran daripada kebohongan hyung."

"Aish. Baiklah. As if i have a choice here."

"Bagus. Nah ayo turun, kita sudah sampai." Seungri berkata sambil melepaskan sabuk pengamannya.

*****

"Hahaha. Kau benar-benar lucu Bae. Aigoo."

"Yah! Berhenti menertawakanku, atau aku akan mengubah pikiranku untuk mentraktirmu." Taeyang mengerucutkan bibirnya kesal pada Dara.

"OMOOO! Our Taeyangie is pouted. Aigoo kau sangat imut Bae." Dara berkata sambil mencubit hidung Taeyang seperti anak kecil. It's obvious, She's teasing him.

"Yah! Jangan memanggilku Taeyangie. It's so gay."

"Hahaha fine. Btw, dimana kau akan mentraktirku makan? Aku ingin makan Japchae dan Hoddeok sekarang. Aku dengar Japchae dan Hoddeok di sekitaran Gyeongbokgung enak. Aku ingin coba."

"Ani. Kita coba yang di Hongdae saja."

"Aisht. Kau! Ayolah. Aku ingin mencobanya. Please?" Dara mengedipkan matanya kearah Taeyang, mencoba ber-aegyo di depan Taeyang.

"Itu tak mempan. Aish. Baiklah."

"Kyaa! Our Taeyangie is daebak.Kekekeke." Dara berkata dengan semangat sambil membuka pintu apartemen Taeyang.

"Dara?" Sebuah suara terdengar sesaat setelah Dara membuka pintu apartemen Taeyang, menampilkan Seungri dan Jiyong yang terkejut dengan apa yang dilihat mereka.

"Jiyong.."


- TO BE CONTINUED -


Sabtu, 21 Desember 2013

[RECOMMENDED] DaraGon Fanfictions - OneShoot/Multi-Shoot



  1.  Broken (by Mbie07)
  2. Forever And A Day  (by Mbie07) 
  3. Lego House  (by Mbie07)
  4. Get Mine. Get Yours. amd Get Even (by Crisxoriginal)
  5. Fxxk You  (by Mbie07)
  6. Stars  (by Mbieo7)
  7. From Afar  (by Bludoki)
  8. Midsummer Night's Dream (by Crisxoriginal)  
  9. Take Care Of You  (by Butterflygirl)
  10. You And Me Against The World (by Butterflygirl)
  11. Summer Night  (by Sillysera)
  12. Together (by Butterflygirl)
  13. Underneath The Dim Light (by Butterflygirl)
  14. Inspiration (by Butterflygirl)
  15. Space (by Butterflygirl)
  16. Remember (by Butterflygirl)
  17. Of Craziness, And Of Liked Picture (by Butterflygirl)
  18. Of Sickness, And Of Teasing (by Butterflygirl)
  19. Of Sweetness, And Of Tweets (by Butterflygirl)
  20. If Only.... (by Butterflygirl)
  21. The Unexpected Guest (by Butterflygirl)
  22. Revealed (by Butterflygirl)
  23. Evening Date (by Sillysera)
  24. Night Excitement (by Sillysera)
  25. A Long Night (by Sillysera)
  26. Long Distance Relationship (by Sillysera)
  27. Expect The Unexpected (by SillySera)
  28.  If It's Meant To Be, It Will Be (by Sillysera)
  29. Happiness (by Sillysera)
  30. Confession Day (by Sillysera)
  31. One More Chance (by Sillysera)
  32. Until Next Time (by Sillysera)
  33. Noona, Noona! (by Sillysera)
  34. The After Party (by Sillysera)
  35. When Jealousy Strikes  (by Sillysera)
  36. When Jealously Strikes  (by Sillysera)
  37. Ride Or Die  (by Silentapathy)
  38. Dara's New Hairstyle (DARAGON VERSION) (by MyBabyLILOREE) 

This is just based on my taste. I dont know if you'll like my taste of stories kekeke^___^

Kamis, 19 Desember 2013

[RECOMMENDED] DaraGon Fanfictions - Chapters

  1. Mobster For Rent (by Huntress)
  2. Mobster For Rent: The Dragon Head (Mobster For Rent Sequel) (by Huntress)
  3. My Gangster Protector (by Huntress)
  4. Knot This Guy (by Huntress)
  5. My Celebrity Roommate And MCR Special Chapter (by Huntress)
  6. His Dirty Little Secret (by Hagocimit)
  7. Gangster Romance (by Cahlix)
  8. Gangster's Romance: Home Bound (Gangster's Romance Sequel)  (by Cahlix)
  9. The Wrong Bride (by Crisxoriginal)
  10. Undercover Love  (by Icelolly1)
  11. Only You (by Icelolly1)
  12. Love Me, Hate Me  (by Crisxoriginal) - Read the pre-stories: Get Mine. Get Yours. and Get Even
  13. The Shadows (by Hagocimit)
  14. The Black Phoenix (The Shadows 2) (by Hagocimit)
  15. The Scarred Shadow (The Shadows 3) (by Hagocimit)
  16. Welcome To The Underworld  
  17. All At Once  (by Crisxoriginal)
  18. Love A Beautiful Lie (by Crisxoriginal)
  19. Just Italy  (by Crisxoriginal)
  20. Ferocious  (by Crisxoriginal)
  21. Heartbreaker (by Crisxoriginal)
  22. Behind You (by Crisxoriginal)
  23. Come Back Home  (by Crisxoriginal)
  24. Ahjumma Next Door (by Silentapathy)
  25. The Couple Next Door (Ahjumma Next Door Sequel) (by Silentapathy)
  26. Locked With You (by Bludoki)
  27. A Summer With Superman (by Bludoki)
  28. Broken (by Bludoki)
  29. I'm Sorry (by Bludoki)
  30. Closet Bad Boy (by DefineA)
  31. C H A N C E S (by mybabyLILOREE)
  32. My Boyfriend's IQ < 50 (by Goddess)
  33. The King's Assassin  (by Silentapathy)
  34. The Seondaewang's Code (The Great King's Code) (The King's Assasin Sequel)  (by Silentapathy)
  35. Marked By A Dragon (by Sparrow101)
  36. Kindergarten Flirting (by Pinkemerald)
  37. C L I M A X (by PaparapaPAT)
  38. How to Save a Life?  (by Mbie07)
  39. Revenge is Bittersweet (by ZeyniiDara)
  40. His Property (by PatBingu)
  41. Nyongdal Diary (by Sillysera)
  42. Love Pact (by PaparapaPAT)
  43. YG TRAPPED  (by Ruishi)
  44. Just For Awhile More (by Forevernew)
  45. Who's the daddy?  (by SeungSengka)
  46. Teach Me (by 12121992 & Blackorchid)
  47. LOVE and PAIN.... (by Lovedaragon_21)
  48. You're My Life (by Dadoongdaragon)
  49. Fate vs Hate (by Icelolly1)
  50. One More Chance And Their Happily Ever After (OMC Sequel) (by Butterflygirl)
  51. Thief Of His Heart (by Butterflygirl)
  52. Daddy's Bussiness Deal (by Butterflygirl)
  53. Second Chances (by Butterflygirl)
  54. Too Late (by Butterflygirl)
  55. DARAGON INTERACTIONS (by Xxxibgdarong)
  56. Your 'not-so' Typical Love Story (by Butterflygirl)
  57. My C.E.O Boyfriend  (by SeungSengka)
  58. Action, Handcuffs... And love? (by Goddess)
  59. Falling For Him (by Jamie139)
  60. Modern Day Love (by Jamie139)
  61. Made For Each Other? (by Butteredbeer)
  62. I'm not her  (by Ariam_Cpa)
  63. Hey, I'm Your Noona! (by DefineA)
  64. Hey, Noona! Be My Girlfriend (Sequel of Hey, I'm Your Noona) (by DefineA)
  65. Without You (by Butterflygirl)
  66. The Alpha Meets The Rogue (by Solovedara)
  67. Into You ( "His Baddest Girl" ) (by Cahlix)
  68. Just Give Me A Reason (by Silentapathy)
  69. How To Save A Life (by Mbie07)
  70. The Hidden Love (by Hagocimit)
  71. Forevermore  (by Butterflygirl)
  72. Sometimes love just ain't enough (by Lovedaragon_21) 
  73. Strangers with Memories  (by bebadassxx)
  74. Broken Law (by Gomgom16) - The Story is no longer available, but download the file here
  75. Flowers From Heaven (by Gomgom16) - The Story is no longer available, but download the file here
  76. Red Room
  77. Gangster Kiss (by blu3wavez)
  78. His Little Game (by Bludoki)
  79. "Low-key" Crushing (by Concimido)
  80. The Ghost From The Vodka Bottle (by Concimido)
  81. From Nerdy To Hottie  (by babybubut)
  82. The Timid Dragon and The Terryfying Butterfly (by Concimido)
  83. Perpetual (by Bludoki) - Perpetual is a sequel, so first read: From Afar
  84.  Their Little Secret (by Cahlix)
  85. GOOD GIRL (by Doomdara)
  86. Medieval Princess (by Sparrow101)
  87. KWON JIYONG LOVES BARBIE (by ScarletARIA)
  88. Confidential Relationship (by Anni87)
  89. "We" (by Anni87)
     
This is just based on my taste. I dont know if you'll like this or no.
HENGSHO^__^


Kamis, 24 Oktober 2013

[FANFICTION] Give me second chance chapter 1 (Full english/English version)

poster
(credit goes to daragonindo @officialdgindo)


Have you ever feel broken?

Have you ever feel your life's wrecked?

Have you ever feel like cry isn ' t enough?

Have you ever feel Suicide is the only way?

 Have you ever feel betrayed by people who promised to never hurt you?

Have you ever feel life is n ' t fair to you?

And have you ever feel  your world fall down at only one time?


I laugh remembered the sad incident last week. Incident that changed my entire life. Tsk, I'm so disgusted with myself at that time, too blinded by lasting-love-forever. How pathetic I was. Haft, but most of all I was disgusted with that man, the heartless jerk.


Flashback ON


Right now I've just finished filming 2NE1's new MV who will be released next week. Hah, I'm very busy now. I've just finished doing promotions for our songs before, and now I also just finished shooting for our new music video. I'm definitely going to be busy again. I'm really busy, I haven't even met him this month. Met the man I love very much. Ah, I can't wait to go home now.

"Unnie, you'll go back to dorm or to 'your' apartment?" Chaerin asked me who was busy packing my stuffs.

"I'll go to our apartment, Chae." Yes, our apartment. Me and Kwon Jiyong, or better known as G-Dragon, Bigbang's Kwon leader. "Chae, seems like im going  now. Please tell Bom and Minzy if I wont come home tonight. "


*****



Iam standing in front of our apartment. Im planning to surprise him, so I didnt tell him that I will go home tonight. After 1 month of busy and didnt see him made me really miss him. I hope he's not busy right now, I really want to spend time with him.

I pressed our apartment password. When I walked in, I didnt find him in the living room.What i saw was only an ON TV and garbages here and there. Aish that guy ... I stepped my foot towards our room, eager to meet him. When the door opened i was surprised ....


There ...


On the top of our bed was Jiyong and the girl whom I recognized as Kiko Kissing. Not noticed my presence. Maybe he was too busy exploring the contents of her mouth so he doesnt aware about the surrounding  Like heaven belongs to them if possible.

I'm just speechless in my spot, stare at the making out-couple who was not worthy to see. Cant believe with my own eyes. I really hope i just halucinating right now, or at least help me get out of here. without conscious, tears began to fall from my eyes.

.
Hurt.

It hurts to see the man i love so much kissed other girl's lip, a girl who had been rumored to have a relationship with him. and to my great pain, they was kissing in our bed. once again, OUR BED!!!!!


i had been silent all the times, blinding my eyes, deafen my ears from the rumors about them- Kiko and GD. I have always insisted that theyre just friend. im so damn believe Jiyong. i was so dumb, i was fooled by the false love Jiyong gave. How pathetic i am. Without realize, my tears fall more and more made a loud sobs who surprise the making out couple from their fuckin world.

"Dara ......"

That voice. The voice from the man i trust, the voice of the man I love damn much and also the voice of the same man who made me shattered.

"Dara I can explain this .." Jiyong started stepped towards me trying to hold my shoulders. But my heart was too numb that i dont even want to hear any explanation from him. Because I'm sure, only lie that will come out from his mouth.

"Please .. Dont! Dont come near me .." I stepped my foot backwards trying to avoid him, I really dont want to hear anything from him, I dont even want to be touched by him even just the tip of finger.

"I can explain this Dara."

"Dont explain anything about this! Dont! Please Ji! I'm sure you''ll just lie again to cover the other lies. I dont want Ji "I said sobbing while running backwards.

"Da-"

"STOP! I’ll just go now, and it’s free for you to continue your fuckin making out with that whore" I said, stared at the silent Kiko in our bed. Tch! "I think we better bre--"

"Dara please dont! I dont want to break up. Please. You know I love you right? "Jiyong said as he quickly grabbed my shoulder and hug me

"Get off me you bastard! I never want to be touched by a bastard like you! GET OFF MEEE! "I yelled as I tried to get free from his arms. I'm not going to be in the arms of this jerk.

"Dara dont leave me! I love you so "

"STOP! Dont you dare to tell me you love me anymore. I'm sick. if you love me you wont flirt with another slut in our bad! You Moron! "

"Dara please ..."

"I think im done here. excuse me. continue what you were doing before, don’t consider my presence before. "I said, pushing him away and quickly get out of the apartment, left the man I love so much there with that fish. Spend my night with tears that never stopped.

END OF Flashback

.
“Tch..” I hissed softly as I remembered that memory

"Mwo?" Minzy asked me, looked at me with eyes rounded.

"Why are you looking at me like that maknae? Huh?"

"What was you say earlier unnie?" Minzy said as she looked at me intently. Aish looks like she heard my sigh.

"Ah it's okay. I was just thinking. "

"Oh, all right. Unnie, you better pack your stuff. We will return to Korea tomorrow. " Minzy remind me and stepped out of my room.


I sighed quietly.Huh, tomorrow we will go back to Korea? it means I'm going to meet him? Tch! I'm not ready yet to see him, I'm still not able to control my emotions and feelings. the next day after the incident, 2NE1 received a job in Japan for a week, and I'm very happy. It  means I will not meet Jiyong for a week, but now I have to go back. Aishtttt! Oh yeah, I havent told anyone about our relationship that has ended. I decided not to tell anyone because if I tell someone else, I'm just going to be pitied because the boyfriend I love the most cheated on me. Tsk, I dont want to be pitied. Im a strong woman. And also I dont want to tell the other 2NE1 members because I'm pretty sure when I tell them, they would immediately invade Jiyong, especially Bom. She would instantly kill Jiyong. And I dont want that to happen. That will only ruin the relationship of 21Bang. So I decided not to tell others first.
How kind I am ....


*****


After return from Japan, the 2NE1 girls immediately went to YG building because they have to do the dance practice for their latest song which will be promoted tomorrow. Dara's face began to show her bored expression knowing that they will go to the YG building, she might meet him there.

"Unnie, what happened to you? Normally you're really excited everytime we go to YG building. "Chaerin said, getting tired of seeing the bored expression her favorite unnie showed.

"what with you Ssantoki? I see you're in trouble? Mind to explain?" Bom said suddenly made Dara feel uneasy more.

'No, I cant tell them. Bom would ruin YG building if I tell her now. No, she cant ' Dara thought.

"MWO? Kekeke ah I'm just starving for some foods.”

"Really? You're not lying, right?" Bom realized something weird from Dara, caused her suspicious and want to know what makes her park sister was uneasy.

"Ah, I'm just really starving Bommie-ah."

"Well….I believe you, we will eat first before practice. You have to eat a lot, arasso? "Bom sid finally, still with the suspicion that enveloped her.

"Ne Bommie."

*****
After finished the dance practice for their latest song, the 2NE1 girls decided to rest in the practice room. They rest in peace until Seungri’s loud voice disturbed their peace ...

"CHAECAT!!"

"YA! Why did you shout hah? "Bom immediately smacked Seungri when he finally stand in front of Bom.

"Ouch! Ya noona why did you hit me? chaecat please help m-aww! "

"It was your punishment because you disturbed us Seungrat!" Chaerin simply said.

"Where’s Tabi?" Bom asked Seungri after she satisfied hit Seungri.
"MWO? You asked me about TOP hyung after you satisfied hit me? "Seungri stopped to talk when he caught the death glare Bom threw him. "Aish arasso arasso. hyung will be here soon. He just talk to the trainees.” Soon after, Daesung immediately appear in the room, followed by the other Big Bang members except Jiyong.

"Bommie! I really really miss you hon." TOP said with a sweet voice that makes the 2NE1 girls show a want-to-puke face. 2NE1 and Big Bang members were busy joking when the door suddenly opened, revealed Jiyong who walk towards them with a sad face, making one of the 2NE1 girls looked away and quickly stand up when Jiyong sat beside her.

"I have to go." Dara said suddenly, getting ready to leave when Jiyong quickly hold her hand, hold it so she cant go anywhere.

"Get off my hand." Dara whispered, making the others cant hear except Jiyong.

"YA! Where do you think you’re going Dara?"

"I forgot that I have  to meet Yanggaeng now. My costume for tomorrow must be prepared Bommie-eh."

“Then, Jiyong accompany Dara!" TOP said, Ruled to Jiyong.

"N-"

"No need, I'm old enough to go alone!" Dara cut before Jiyong could answer.

“are you two fighting unnie?" Mizky asked, She had been silent all the times, watched her unnie & oppa behave cold each other.

"Better you ask Jiyong." Dara said before left them who already stared directly at Jiyong.

"I-i .. we .. we .."

“Don’t you dare lie to me G-dragon..” Bom warned, threw death glare to Jiyong.

"We .. we're done."

"Done? What do you mean oppa? "Chaerin asked not understand of what Jiyong just said.

"We broke up."

"MWO??? Why did you guys break up? Are you having an affair? do you toss her away? Or do you broke her up? YA! What the-" Bom shouted loudly and ready to hit Jiyong when he answered her question.

"Dara saw me and Kiko together .."

"MWO!? You dare cheated on her huh?! I'm going to kill you." Bom yelled trying to hit Jiyong.

"Ani noona, I can explain! This is not what you’re thinking. Noona please.."

"So tell me now you bastard" Bom said impatient, really wanted to express her anger to Jiyong, who dare hurt her Park sister.

“She saw me with Kiko in our apartment kissing noona, but I can explain! Im not-“

"Kissing?? You said you can explain this? It’s clear that you’re cheated on her You son of ab * tch! Let me kill you! How dare you kiss that fish in front of Dara! I'll kill y-" Bom yelled at Jiyong and tried to hit him again, wanted to express all her anger after heard the fckin explanation from Jiyong, but TOP and Chaerin quickly dragged Bom out from the practice room, away from

Jiyong. Left Jiyong, Taeyang, Seungri and Minzy there. Silence.

"You .. you betrayed her huh?" Taeyang suddenly asked, breaking the silence.

"Bae I don’t mean it, you know .."

BAM!!

Taeyang quickly punched Jiyong hard on his face, make Jiyong and others shocked of his sudden act.

"You jerk! You son of a bitch! How dare you cheated on her? You are crazy bro!" Taeyang once again launched his fist into Jiyong, hit with all his strength. Daesung, Seungri and Minzy tried to separate them, look like Jiyong already lost his control after received a lot of punch from Taeyang.

"Why did you punch me huh?"

"Why did I punch you? You asked me WHY? ARE YOU SURE YOU ASKED ME THAT? HELL!! Im so fckin want to punch your fckin face until peoples can 't recognized you anymore! you bastard!! a fcking son of a bitch!"

 “HELL YEAH! Whats your problem huh?”

"You know i love her, you know how deep i fall for her, you know how i Suffered everytime i see her with you, but now what? U fuckin cheated on her!!! And now u asked me why? YOU ASSHOLE! "

"Is it? It 's Because my fuckin bestfriend love my fuckin girlfriend so much? HELL! she doesnt even love you jerk!! you should stop love her!! Even if i cheated on her, so what? She will always love me, only love me! "

"Ji fuck you!" Taeyang punched Jiyong for the last time before getting out from the practice room. "Dara should've picked me over you before. I'm so fuckin dissapointed on you bro! I'll take her from you, i swear! I will make you regret what you did to her now. "

Jiyong wanted to run toward him and punch him when he heard those words from Taeyang.

“Fuck! No one can take Dara from me, even that bastard. She’s mine, only mine now and forever.





- TBC -




[FANFICTION] Give Me Second Chance Chapter 3





Author : Alsaniss (@hyukcrews)
Casts : Kwon Jiyong, Sandara Park, 2NE1 & Bigbang members.
Genre : Sad, Romance



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
I hate myself for knowing everything
Before you even opened your mouth, I wanted to lie and run away
but your two eyes are telling me goodbye
I finally set my heart to leave and it came to me like a harsh storm
It might be a fate that will wash away like the rain
Because it was more painful than a fate shattered like glass
At the end of this walk, I let you know but you wouldn’t know
I hate myself for knowing everything
Before I get wet with your tears, I tried to lie and avoid it
but your two eyes are telling me goodbye
I finally set my heart to leave and it came to me like a harsh storm
It might be a fate that will wash away like the rain
I was sick with a love fever
The meaning of these tears trickling to my dried lips- you’ll never know
Don’t try too hard to get far away
My body has already broken into pieces just like you wanted
I can’t go a step closer to you
I finally set my heart to leave
And it came to me like a harsh storm
It might be a fate that will wash away like the rain
Because it was more painful than a fate shattered like glass
At the end of this walk, I let you know but you wouldn’t know
I was sick with a love fever
The meaning of these tears trickling to my dried lips- you’ll never know


Aku merasa seperti b-jingan sekarang.

Aku benar-benar merasa buruk atas keadaan hubungan Dara dan Jiyong.

kenapa?

Dimwit!

Akulah orang yang memperkenalkan Jiyong kepada Kiko. Sh!t. It means i was the one who started all this shits. Bom benar-benar akan membunuhku sekarang jika dia tahu akulah yang memperkenalkan Jiyong pada Kiko, aish.



FLASHBACK ON



“Neh, Jaljayo. Saranghae baby girl.” Ucap Jiyong melalui ponselnya -yang kuyakini itu pasti telpon dari Dara. bocah itu tidak pernah semanis itu -pengecualian untuk Dara.

“Saranghae baby girl” aku menirukan ucapan Jiyong dengan ekspresi memuakkan, well this is my habit kekekeke.

“hyung kau membuatku ingin muntah..”

“for sure. anyway, kau tidak ingin keluar huh?”

“ani, Dara sudah menyuruhku untuk tidur hyung. Kurasa aku lebih baik-”

“kau membosankan.” aku memotongnya cepat, this is my other habit hohoho.

“Terserah. Aku ingin tidur, jaljayo hyung.”

“Yah! Jiyong please sekali ini saja. Temani aku  pergi clubbing. PLEASEEEE!!” Aku dengan cepat memohon kepadanya. Well kami -Bigbang tengah berada di Jepang saat ini, menyelesaikan schedule kami untuk beberapa hari ke depan. Dan guess what? Aku menghabiskan waktuku selama 2 hari terakhir di Jepang dengan pergi clubbing yang tentu saja tidak diketahui oleh Bom. Aku akan mati sekali Bom mengetahui aku sering pergi clubbing huhuhuhu. Dan kali ini aku meminta Jiyong pergi bersamaku karena PARTNERKU -SEUNGRI SEDANG TAK ENAK BADAN. Dasar si panda itu. Tch. Aku tak mungkin mengajak Taeyang atau Daesung, jezzz they ‘ re too innocent to be real. so here i am, begging Jiyong so he could accompany me.

“I won ‘ t make it hyung. Kau tahu Dara membenciku pergi clubbing.”

“Well Dara sekarang tak ada disini, dia tak akan tau. sekali ini saja kumohon.”

“aku akan melaporkanmu pada noona hyung.”

“YAH DON ‘ T YOU  DARE  KWON  JIYONG!” Aku berteriak kerasa pada Jiyong “Tch, Apa kau tega membiarkan hyungmu pergi clubbing sendirian? Bagaimana jika aku mabuk? Kau tega aku dirampok atau tertangkap basah paparazzi? Kau ingin a-”

“Fine! Let ‘ s go.” KYAAAAAA! FINALLY!!!!!


@ NB CLUB


“hyung ayo pulang..”

“tch, sebentar lagi. Teman-temanku akan tiba sebentar lagi.”

“aku ti-”

“There you are.” sebuah suara familiar memotong perkataan Jiyong, aku berbalik badan dan menemukan Michael -teman baikku disini, bersama dengan para teman gadisnya.

“Oh wassup bro.”

“yeah, ohhh you brought the mighty G-Dragon with you? Whoahhhh! Where that Seungrat?”

“Yes. Don ‘ t ruin my mood with that Seungrat.  Ah Ji, kenalkan ini Michael.”

“Hey bro. Nice to meet you here.”

“Yeah, pleased to meet you. Anyway this is my friends, Haruka, Jessica, and Kiko.”

“Hai nice to meet you, I ‘ m Kiko. Hope to have a better relationship with you.” Kiko took Jiyong’s hand and winked at him.


FLASHBACK  OFF


nah!

Sejak saat itulah Jiyong dan Kiko menjadi dekat, dan mungkin dari situlah mereka memulai ‘hubungan’ mereka. Aish, andai saja aku tak mengajak Jiyong pergi clubbing saat itu, Pasti Jiyong dan Kiko tidak akan pernah bertemu. Jezzzzzz, dan juga aku adalah sebab kenapa Rumor Jiko beredar -rumor foto mereka di sebuah kedai. Haist. Harusnya aku tak meminta Jiyong menemaniku saat itu, jadinya media tak akan berspekulasi yang tidak-tidak.


ARGGGHHHHHHHHHH!


Kenapa ini semua malah menjadi salahku? -___-


TAPI………


Dibalik itu semua, aku merasa sangat kesal terhadap sikap Jiyong sebelumnya. Anak itu benar-benar keras kepala. aku tak akan kaget jika nanti Dara meninggalkannya.


“Hon…” Suara lembut memanggilku dari belakang, menyadarkanku dari lamunanku yang tanpa sadar mulai memakan kewarasanku-_-

“Bommie…”

“Why are u here?” Tanya Bom dengan suara serak, matanya juga bengkak -akibat dari menangisi hal yang terjadi pada Dara sebelumnya. Dia merasa bersalah karna tak dapat melindungi Dara dari Jiyong. tapi aku bersyukur sekarang Bom sudah berhenti menangis, aku bersumpah akan loncat dari lantai apartemenku saat ini juga jika Bom tidak berhenti menangis.

“hm?”

“Ahh..hanya insomnia. Kau sendiri? Matamu bengkak darl…”

“sure, b-jingan itu benar-benar hebat dalam membuat Dara sakit hati. Aku bersumpah tak akan membiarkan b-jingan itu mendekati Dara lagi…”

“Bom…” aku meraih kedua pundaknya “Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri..”

“Tidak, Dara hanya akan terluka nantinya.”

“tapi..”

“Kau tak mengerti hon.. Dara itu terlalu baik dan…lemah..kelemahannya itulah yang membuat orang mempermainkannya. Aku tak bisa hon.. Aku harus membantunya.”

“apakah kau berani menjamin jika kau melarang Jiyong mendekati Dara, itu akan menyembuhkan luka Dara? Apakah kau yakin Dara akan menjadi kuat jika Jiyong menjauhinya?”

“well a-a-aku…”

“Tidak Bom…justru jika kau menjauhkan mereka, kebenaran tak akan pernah terungkap. Jiyong tak akan bisa menjelaskan alasannya, dan Dara pula akan terus terpuruk dalam kesesatan dugaannya. Dara hanya akan terus mengasumsikan sesuatu tanpa tau itu benar atau tidak. Apa itu yang kau mau darl?”

“i…i…i don ‘ t know..”

“let them be darl.. Biarkan mereka menyelesaikan masalah ini. Yes, we can help them but not with separate them away. You got it?”

“tapi…bagaimana jika Dara memaafkan Jiyong dan memberinya kesempatan lagi? maksudku Jiyong akan menyakitinya lagi…”

“Trust him. Semua orang berhak memiliki kesempatan kedua darl. Tapi itu semua tergantung pada Dara.”

“aku hanya merasa Jiyong tak berhak memiliki kesempatan kedua..”

“Bom..Semua orang berhak memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan mereka. Mungkin kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Jiyong nanti jika dia mendapat kesempatan kedua, kita tidak tau apa dia akan memanfaatkannya dengan baik atau justru melakukan kesalahan yang sama lagi, tapi kau harus tau darl, apapun yang akan terjadi kedepannya, tuhan sudah mengaturnya. Yang akan terjadi kedepannya mungkin akan menjadi jalan menuju kebahagian nantinya. Jadi apa salahnya kita memberikan Jiyong kesempatan? Lagipula ini tergantung pada Dara. Kita tidak bisa mengaturnya. You got it?”

“hmm…Baiklah..aku mengerti.”

“Nice girl!” aku mengusap rambutnya pelan. Gadis ini -well semua gadis 2NE1- benar-benar menyayangi Dara.

“Tapi bukan berarti aku akan melepaskan b-jingan itu.”


******


Everytime i see you i smile
I’ve said it hundreds of times You’re the love of my life
In the world of lies, my burdened soul
I only believe in you
Sometimes you get anxious that my heart will change
I smiled and said nothing like that would happen
A never ending path, my empty heart
The only path i’ll take is yours
Sometimes i hate myself when i second guess myself
Today i wipe you away from my life again
Even if i cheat, dont ever cheat baby
Even if i forget you, dont ever forget me lady
Sometimes when i dont call and drink alcohol
By chance if i ever meet eyes with another girl, you only look at me.
You stayed up all night again and waited for me
You told me with your tears that you think my heart changed
But i said my feelings for you are still the same
All those nights we were together
I think it’ll be hard for me without you
Because of you, i find it hard to breathe
Endless struggle, long sighs
The only path i’ll take is yours
I hate that I’m starting to get tired of you
Without thinking, i forget you again
I know that i can’t make up my mind
In all of my meaningless time
Like this, I become dirty, baby
I want you to stay innocent forever
This is the truth, my belief in you
Even if you die, please don’t leave me


@ GrillJours Club


Dentuman musik terdengar keras di seluruh penjuru ruangan. Hal yang biasa untuk sebuah bar. semua orang tengah sibuk menikmati malam mereka -Drunk , Making out , Dance. They are really party animals. Mereka gagal menyadari bahwa seorang G-Dragon juga tengah berada di dalam bar itu, menghilangkan segala ke-frustasiannya.

“Dara….”

“Baby girl….”

“Dalong…”

“Babe….”

Nama panggilan yang ditujukan untuk Dara -the goddess of 2NE1 terus tedengar dari mulut sang Dragon -Mungkin akibat alcohol yang mulai memakannya.

“Baby i ‘ m sorry….ugh.” GD terus meneguk isi gelasnya. Tak peduli akan betapa mabuknya dirinya saat itu. “Saranghae baby girl.. I ‘ m sorry…come back to me juseyo…”

“Sir you drunk already.” Sang bartender berkata pada GD. “Bagaimana jika anda meminjamkan ponsel anda sehingga saya dapat menghubungi kerabat anda…”

“Here…” GD menyerahkan ponselnya kepada sang bartender.

“Who should i call sir?”

“Baby girl…..”
 
“Baby girl?”

“Yes.”

Setelah beberapa kali mencoba menghubungi Dara, akhirnya sang bartender menyerah. Dara tidak mengangkat teleponnya.

“Sir..dia tidak mengangkat teleponnya. Then who should i call?”

“D-mn! Hm….Seungri! Yeah Seungri..ughhh…hubungi dia..” kata GD seperempat sadar, the alcohol eat almost his whole mind already.  Sang bartender pun akhirnya menghubungi Seungri.

“Yoboseyo? Yeah.. dia mabuk.. Oh di Grilljours Club. Ne..akan kujaga dia sampai kau datang.” Ucap sang bartender mengakhiri sambungan telepon “He ‘ s coming sir..”


*****


Walking on the street, I bumped into your man
I didn’t want to believe it, but my hunch turned out right
He’s not wearing that ring you gave him, there’s another girl by his side
But I’ve said enough, I don’t wanna hurt you
Now you’re getting angry with me
You say “He’s definitely not that kind of person”
Seeing your eyes, I reply that I probably got it wrong
See, I lied for you
I hate that you don’t understand me
I hate all this waiting
Let go of his hand ,break it off with him
When you’re sad, I feel like I’m dying
That XX, what does he have that I don’t
Why can’t I have you
That XX doesn’t love you
How much longer are you going to cry yourself silly?
When you speak of him, you look so happy
It’s good that you can be this happy
You say you really love him, want to be with him forever
You trust him completely
Your friends all know that guy
It’s so obvious, why can’t you see
They say love is blind, Oh baby, you’re so blind
Please, I beg you, break it off
Oh I hate that you don’t understand me
I hate all this waiting
Let go of his hand -break it off with him
When you’re sad, I feel like I’m dying
That XX, what does he have that I don’t
Why can’t I have you
That XX doesn’t love you
How much longer are you going to cry yourself silly?
Expensive cars, beautiful clothes, high-class restaurants, they all suit you well
But that XX beside you, he doesn’t suit you, he really doesn’t
He smiles like a hypocrite with you, brushing your face and hair
But he’s thinking of another woman for sure, how dare he
The amount of tears you’ve cried, I want to make you happy by the same amount, baby
Rather than going through the pain alone, share some with me, baby
Please look at me, why can’t you realise that I am your love
Why are you the only one who doesn’t know


“Dara…”

“Jangan. Jangan membuka matamu. Kumohon!” Ucap Dara terisak.

“Dara aku-”

“Tidak Bae..aku tak ingin kau melihat sisi lemahku.” Jawab Dara dengan isakan yang lebih keras. Setelah Dara bertemu dengan Taeyang di atap gedung, mereka memutuskan pergi ke practice room yang sudah selesai dipakai di lantai 4. Disana, Dara meminta Taeyang untuk menutup matanya, and the rest is history. Dara menangis sesaat setelah Taeyang menutup matanya, tak ingin orang melihat sisi lemahnya lagi.

“Aku sudah melihatmu menangis tadi Dara…lagipula aku tak tahan hanya bisa mendengarmu menangis. Biarkan aku membuka mata dan melakukan sesuatu yang dapat menenangkanmu..”

“A-a-ku ti-”

“Sshhhhh..” Taeyang memotong ucapan Dara dengan menarik Dara ke dalam pelukannya. Melanggar permintaan Dara untuk menutup matanya sampai waktu yang diinginkannya.

“Bae…aku..”

“Sshhhh..Calm your self Dara. Menangis tidak akan menyelesaikan masalahmu..Kau sudah cukup banyak menangis hari ini..”

“H-hanya i-ini ya-yang da-dapat me-meringankan lu-lukaku Bae…” Ucap Dara lemah.

“Fine. Tapi berjanjilah padaku setelah ini kau tidak akan menangis lagi. Lemah hari ini bukan berarti lemah selamanya.”

“A-aku a-akan be-berusaha..hiks..”

“Smart girl. Ah sudah malam, kau tak ingin pulang huh? Chaerin pasti mencemaskanmu. Well semua gadis-gadis itu tentu saja mencemaskanmu.”

“A-aku b-elum siap bertemu mereka..hiks.”

“Kalau begitu aku akan mengantarkanmu ke rumahmu. Kurasa Cheondung belum tidur jam begini.”

“Andwae! Bi-bisakah aku menginap di apartemenmu malam ini? Sekali ini saja kumohon. Aku tidak ingin mereka melihatku dalam keadaan kacau seperti ini.”

“Baiklah.” Kata Taeyang sambil menarik Dara ke dalam pelukannya, menenangkannya.

******


“Yah hyung! Apa yang membuatmu seperti ini? Aish.” Kata Seungri cepat sesaat setelah menemukan hyungnya itu dalam keadaan mabuk berat. “aish. Sajangnim akan memanggang p-ntatmu itu hyung jika dia tau kau mabuk-mabukkan seperti ini.”

“arrghhhhhhh..diamlah. Berisik!” Kata Jiyong marah sambil mendorong Seungri menjauh.

“Hyung kau membuatku semakin membencimu. Kau tahu aku sangat malas menjemputmu kemari karna aku masih marah padamu hyung. Tapi karna aku memikirkan reputasi Bigbang jadi aku datang kemari. Haish.” Seungri mengacak rambutnya frustasi. “bagaimana jika paparazzi melihatmu seperti ini hyung? Namamu akan hancur. Ashit!”

“So what? The hell i care.” Ucap Jiyong malas “i don ‘ t care anymore rat, All i care is Dara.”

“HYUNG!!”

“jezzz..aku menyesal memintamu kemari..ugh..pulanglah..lebih baik panggil Dara kemari untuk menjemputku..” Ucap Jiyong asal.

“Menjemput pantatmu. Dara hates you already hyung. You broke her heart. So don ‘ t expect her to come here just fetch you..”

“Dara membenciku? Baby girl hates me?” Tanya Jiyong mulai melemah setelah mendengar kata ‘Dara membencinya’.

“YESSSSSS!” teriak Seungri keras.

“Baby girl..hiks..hiks..kau..hiks..tak..boleh..membenciku..hiks..” Jiyong mulai menangis membuat Seungri terdiam sesaat.

“hyung…”

“Seungri aku mencintainya hiks..a-aku mencintainya rat..a-aku huhuhuhu…”

“Hyung kumohon jangan menangis.” Ucap Seungri mulai melemah, kemudian merangkul pundak Jiyong. Mencoba menenangkannya.

“Bantu aku maknae..bantu aku…bantu aku untuk mendapatkan maafnya..” ucap Jiyong memohon.

“Aku..aku tidak bisa hyung.”

“Kumohon..aku akan mati tanpanya Rat. Kumohon..” Pinta Jiyong mulai berlutut dibawah kaki Seungri, membuat Seungri semakin terdiam. “Aku tak bermaksud menyakitinya rat..hiks..kumohon percayalah..”

“Aku percaya kau mencintainya hyung, tapi..tapi aku..”

“Kumohon, aku tak ingin Taeyang merebutnya. Aku lebih baik mati tanpanya rat.. Kumohon..huhuhu.” Tangisan Jiyong semakin keras, pegangannya di kaki Seungri pun semakin erat.

“a-aku…baiklah aku akan membantumu..tapi kumohon berdirilah..”

“Jinjja? Thanks maknae.. Thank you so much.” Jiyong berdiri masih dengan air mata di pipinya, memeluk Seungri erat.

“Ne.” Jawab  Seungri pelan, ragu dengan ucapannya sebelumnya.


*****


“Ne unnie. Dara unnie belum pulang juga. Molla. Ne arraso.” ucap Chaerin mengakhiri sambungan telepon dengan Bom. “aish..dara unnie kemana kau..”

“Aku merasa kasihan pada Dara unnie. Harusnya kita berada disampingnya sekarang, harusnya kita menenangkannya.” Ucap Minzy pelan.

“ne, aku benar-benar membenci Jiyong oppa. Aku ak-”

Naega jeil jal naga
Naega jeil jal naga
Naega jeil jal naga
Naega jeil jal naga
Je je jeil jal naga


“yoboseyo?”

“Chae…”

“Unnie? Dara unnie? Yah! Kau dimana? apa kau baik-baik saja unnie? Ini sudah malam, cepatlah pulang. Beritahukan dimana kau sekarang un, aku ak-”

“YAH! Kau bawel sekali cl-roo..” Dara memotong perkataan CL. “Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu kalau begitu haish.”

“aku mengkhawatirkanmu unnie..” Ucap Chaerin pelan.

“kau harusnya lebih mengkhawatirkan dirimu Chae, ini sudah malam. Kenapa kau belum tidur huh?”

“Yah jangan mengalihkan topik unnie, cepat jawab pertanyaanku.”

“Haish fine. Aku sekarang sedang dijalan,dan ya aku baik-baik saja. Kenapa kau belum tidur huh?”

“Kau mengharapkanku untuk tidur lelap sekarang unnie? Aku mencemaskanmu. Damwit! Bagaimana aku bisa tenang mengetahui bahwa unnie kesayanganku sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja, dan belum pulang ke rumah di waktu semalam ini. aku mengkhawatirkanmu unnie..” suara Chaerin mulai melemah seiring dengan butiran airmata yang jatuh dari sudut matanya.

“Chae… Aku minta maaf karna telah mengkhawatirkanmu, aku baik-baik saja. Sekarang tidurlah. Aku hanya ingin memberi tahu bahwa aku tidak akan pulang malam i-”

“Mwo? You can ‘ t unnie! Kau harus pulang. Aku tidak bisa tenang sebelum melihatmu dalam keadaan baik-baik saja dengan kedua mataku.”

“Aku bersama Yongbae, tak perlu khawatir. Arasso?”

“Yongbae oppa? Jinjja? Ah…baiklah. Tapi kau baik-baik saja kan?”

“Aku tidak bisa bilang aku baik-baik saja sekarang, tapi aku berjanji akan baik-baik saja saat kau melihatku..” Suara Dara mulai bergetar.

“Unnie…”

“Tak perlu khawatir Chae.. Lebih baik kau istirahatlah!”

“Ne unnie, tapi.. Kenapa kau tidak pulang malam ini? Kami bisa sedikit menenangkanmu kalau kau pulang, you know it.”

“A-aku aku hanya belum siap bertemu dengan kalian Chae..”

“Unnie ka-”

“aku tak ingin kalian melihat kondisiku sekarang. Aku ingin kalian melihatku sebagai seorang unnie yang kuat, yang tidak akan pernah  menunjukkan airmatanya walaupun seluruh dunia mengkhianatinya, mencacinya, aku ingin menjadi unnie yang tetap tersenyum walaupun sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Aku ingin menjadi contoh yang baik untuk kalian Chae..hikss” Dara mulai terisak “Aku tidak ingin dongsaeng-dongsaengku melihat sisi lemah ini. Mengertilah Chae..”

“Unnie..maaf..maaf aku tidak bisa berbuat banyak untukmu disaat kau sedang dalam masa-masa sulitmu seperti ini, maaf aku tidak bisa menenangkanmu seperti kau menenangkanku saat aku dalam masalah.. Maaf unnie..hikss..” Chaerin menangis, tidak mampu menahan emosinya. Mendengar unnienya menangis benar-benar kelemahannya.

“Sshhh.. Uljima Chae-ah. Aku menyayangimu..Stop crying already.”

“Ne, aku menyayangimu juga unnie hiks.” Chaerin menghapus airmatanya. “Kau harus tahu unnie, kapanpun kau membutuhkan pundak untuk bersandar, kapanpun kau membutuhkan seseorang untuk menopangmu, kami akan selalu ada untukmu. Kami tidak akan pernah membiarkanmu sendirian.”

“Omg..Chae..kata-katamu sangat manis. Thank you. Thank you so much my baby rin..hiks”

“YA! Berhenti menangis unnie..”

“kata-katamu membuatku terharu Chae..hiks”

“Aish kau ini unnie. Ah, tolong ingatkan padaku untuk mencekik leher Jiyong oppa saat bertemu dengannya, aku akan mematahkan tulangnya untuk menyakitimu seperti ini..”

“Hahaha, tak perlu Chae. Ah, sepertinya aku harus menutup telponnya sekarang. Kau istirahatlah, katakan pada Bom dan Minzy maaf karena telah membuat mereka khawatir. Dan jangan lupa untuk memakan sarapan kalian besok pagi, arasso?”

“Ne unnie, kau juga. See you!” Chaerin meletakkan ponselnya. “Dara unnie tidak akan pulang. Tidurlah sekarang Minzy-ah.”

“Wae? Ta-”

“Sstt. Istirahatlah. Dara unnie baik-baik saja. Jaljayo!” Chaerin mencium pipi Minzy dan bergegas menuju kamarnya. Akhirnya merasa lega mengetahui bahwa unnie ‘baik-baik’ saja.


*****


“Is it okay Bae?”

“Ne, kau masuklah. Tidurlah dengan nyenyak. Jangan menangis lagi, arasso?”

“Yeah. Thanks Bae.” Dara tersenyum pada Taeyang, berterima kasih untuk perhatiannya.

“Masuklah. Ohya, kau ingin makan apa untuk sarapanmu besok?”

“Pancake strawberry.”

“Baiklah, aku akan menyiapkannya sebelum kau bangun.”

“Jinjja? Wah..terima kasih.” Ucap Dara, dan bergegas memeluk Taeyang.

“Errrr, aku masuk dulu. Jaljayo!” Dara masuk ke dalam kamar, meninggalkan Taeyang yang masih terdiam karena pelukan Dara tadi.


“Aish, she really got me losing my mind.”



*****


@ NB Club.


“Wow. Kau berhasil!” Puji Jessica kepada Kiko.

“Sure, there ‘ s no way in hell i will lose the bet.”

“Haha aku tidak menyangka kau berhasil mendekati seorang G-Dragon..” Ucap Haruka Iri kepada Kiko.

“Blame my pretty face then..hahaha”

“Hahaha..” Jessica dan Haruka tertawa mendengar ucapan Kiko.

“By the way, jangan lupakan taruhanmu.” Ucap Kiko Serius.

“Well, aku akan mengikhlaskan kontrak dengan majalah ViVi dua edisi-ku untukmu huh.” Ucap Jessica lemah, merasa sedih harus melepaskan kontrak berharganya dengan majalah terkenal itu.

“Salahmu mengajakku bertaruh.. Well..” Kiko menatap Haruka.

“Yayayaya, aku akan merelakan kontrakku sebagai main model dengan Tokyo Jours untukmu. Puas?” Ucap Haruka lemah, sama seperti Jessica.

“Ofc, hahaha.”

“i can ‘ t believe you won the bet..”

“Hahaha..” Kiko tertawa kepada temannya, kemudian mengambil segelas tequila dihadapannya.

 “But..i feel sorry for that girl…” Ucap Kiko sedih.

“You mean Dara?”

“Yes. Aku merasa bersalah telah menghancurkan hubungan mereka. Wajahnya malam itu benar-benar menghantuiku. Aku merasa bersalah. rasanya aku ingin meminta maaf padanya. dia sangat polos dan…baik, yah walaupun dia memanggilku bitch.” Ucap Kiko pelan, sepertinya merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan.

“Aish, sudahlah. Jangan pikirkan itu.” Jessica berkata kepada Kiko sembari melakukan Cheers dengannya.

“By the way, mau taruhan lagi?” Haruka memecahkan keheningan, sebuah seringai terpampang jelas di wajahnya.

*****

~TBC~