Sabtu, 16 Februari 2013

Hubungan tiada selesai?



"Mencintai satu sama lain, tetapi tidak terikat dalam satu ikatan berarti"

Ya itulah yang kualami sekarang. Terikat dalam perasaan yang tak terikat apapun. Menyakitkan? Tentu. Tapi aku bertahan untuk mewujudkan aku + kamu = kita. Mengapa aku tak meminta lebih? karna aku seorang perempuan yg tak mungkin memulai. Mengapa aku tak menyerah & mundur? Karna aku mencintaimu. Aku tetap bertahan dalam hubungan yg aku sendiri tak paham, Apakah ini bisa disebut hubungan tanpa status atau hanya aku yg menganggapnya?

Jujur saat kita putus, dan memilih untuk dekat tanpa hubungan yang mengikat itu menyakitiku. Tapi apa dayaku? Akulah penyebab semua ini. Terkadang batinku lelah akan semua ini. Mengapa kita tak kunjung mendapat status yg jelas? Mengapa kita tak kunjung merealisasikan hubungan yg kita idam-idamkan? Mengapa kita tidak bersatu? dan terima kasih tuhan, Akhirnya aku menemukan jawabannya.


Jawabannya adalah..


Karna sekarang kita berada dalam sebuah hubungan tiada selesai. Kita saling mengikat melalui hati, bukan status. Itulah kelebihan hubungan kita. Mencintai tidak berarti harus berpacaran bukan ? ;)

December 4th 2012 - The worse day?



Di postingan ini, gue mau sedikit curhat tentang kisah cinta gue yg bisa dibilang "PAHIT"

4 Desember 2012, hari terburuk buat gue. The day when i gave up on love. The day when i chose to close the page. The day when i cried myself to sleep. The day when i let my oxygen gone. The day when i chose to let go. The worse day i ever had.

Kenapa gue sebut itu hari terburuk? Because that's the day i ended everything with him. I love him from the deepest of my heart. But why i let him go? Simply, because i love him.

4 desember tepatnya pukul 8 malam, I ended everything. I ended this relatioship that mainly hurt me. Gak mikir panjang lagi, gak mikir efek dari tindakan gue. Rasa nyesek yang teramat besar membuat gue dengan gampangnya minta putus, dan dengan gampangnya juga dia setuju dengan permintaan gue.


JLEB


Iya jleb banget. Gue pikir dia mau pertahanin hubungan ini, tapi apa? He simply let me go like what we had for 3 months are nothing. But, once again why? Why he easily let me go? Idk, only god and him know. Nyesek? Pasti. Nangis? Gak manusiawi kalo gak nangis. Hancur? Iya. Why, why, and why? I questioned myself to sleep. Why he agreed that easily? Am i no longer someone he loves? Idk, but i don't hope so. Well, i don't want to be naive. But saat itu gue berharap banget dia bakal nahan gue. Munafik lah kalo bilang gue gak ngarepin ditahan. Gue cewek kali. Pengen dikejar. Tapi ya begitulah. Dia bahkan gak nanya alasan gue minta putus, dan sekali lagi itu nyakitin gue. Nyakitin gue? Kenapa? Idk, yang jelas saat itu perasaan gue gak karuan lagi. HANCUR. 


Dan 4 Desember 2012 adalah hari terakhir gue disebut pacar Fikry.