"Sometimes an important event doesn't need a reason to happen." - Cho Kyu Hyun
*************************
Author POV
Malam itu tampak seorang pria tengah dilema didepan layar ponselnya. Sambil meneguk absolute vodka miliknya, ia menekan layar ponselnya, menunggu panggilannya tersambung dengan wanita di seberang sana.
"Ada apa malam-malam menelpon heh?" tanya wanita di seberang sana agak kesal. Ya siapa yang tidak kesal jika ditelpon tengah malam saat sudah waktunya seseorang untuk mendapatkan mimpinya.
"Kita harus bertemu. Kutunggu kau di Banpo bridge 10 menit lagi!"
"Mwo? tidak bisa. aku.................."
Sambungan telepon tiba-tiba diputuskan oleh si pria dan si pria tersebut kembali meneguk absolute vodka miliknya sebelum pergi ke Banpo bridge sesuai kesepakatan tadi.
Banpo bridge, 00.30 P.M
"ada apa kau mengajakku betemu tengah malam seperti ini? apakah kau terlalu mencintaiku sehingga tidak melihat wajahku sebentar saja sudah rindu? haha aku tahu kau selalu merindukanku.."
"Terserah kau saja. aku hanya ingin bilang bahwa sebaiknya kita..............." Ucapan pria itu tiba-tiba terhenti seperti sedang memikirkan sekali lagi efek dari kalimat yang selanjutnya akan diucapkannya.
"Apa? sebaiknya apa? ah aku tahu, sebaiknya kita pergi berlibur ke Jeju untuk menepati janjimu tempo hari itu bukan? tapi aku belum siap!"
"Ahrin-ah, berhentilah bicara yang tidak jelas. aku sedang serius!" teriak pria itu tepat di depan si gadis yang dipanggil Ahrin tsb.
"eh? i..iya. maafkan aku. apa yang ingin kau bicarakan?"
"aku berpikir bahwa sebaiknya kita sudahi saja hubungan ini. aku lelah dengan semua ini. aku muak dengan sikapmu yang cemburuan. aku bosan dengan sikapmu yang over padaku. aku lelah ahrin-ah. bisakah kau mengerti? aku harap kau bisa!"
"A...apa? ta..tapi kan kita....."
"terserah kau saja. tapi aku menganggap semua ini telah berakhir. aku pergi!"
Sekejap pria tsb hilang dari pandangan Ahrin. Pria tsb meninggalkan Ahrin yang masih terdiam membeku untuk mencerna pembicaraan mereka tadi.
"KAU......... KAU TEGA KYUHYUN!! BRENGSEK KAU!!" Teriak Ahrin dengan lantang pada kesunyian malam.
" Kenapa kau meninggalkanku saat aku sangat membutuhkanmu? Apakah sikap cemburuku terlalu berlebihan? tetapi itu karna aku tak ingin kehilanganmu. aku...aku hanya takut ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia lebih dari yang aku lakukan. apakah itu salah, Kyuhyun-ssi? Apakah sikapku yang melindungimu terlalu over menurutmu? tapi aku melakukan itu semua karna aku ingin melindungimu. aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu Cho Kyu Hyun"
"Kau yang memintaku untuk pergi, ini sulit karna aku terlanjut menempatkanmu di tempat dimana tak seorang pun kecuali kau yang dapat menembus tempat itu. tapi jika dengan pergi bisa membuatmu bahagia, maka akan kulakukan. aku memahami betul bahwa cinta tak harus memiliki bukan?"
"Kita harus bertemu. Kutunggu kau di Banpo bridge 10 menit lagi!"
"Mwo? tidak bisa. aku.................."
Sambungan telepon tiba-tiba diputuskan oleh si pria dan si pria tersebut kembali meneguk absolute vodka miliknya sebelum pergi ke Banpo bridge sesuai kesepakatan tadi.
Banpo bridge, 00.30 P.M
"ada apa kau mengajakku betemu tengah malam seperti ini? apakah kau terlalu mencintaiku sehingga tidak melihat wajahku sebentar saja sudah rindu? haha aku tahu kau selalu merindukanku.."
"Terserah kau saja. aku hanya ingin bilang bahwa sebaiknya kita..............." Ucapan pria itu tiba-tiba terhenti seperti sedang memikirkan sekali lagi efek dari kalimat yang selanjutnya akan diucapkannya.
"Apa? sebaiknya apa? ah aku tahu, sebaiknya kita pergi berlibur ke Jeju untuk menepati janjimu tempo hari itu bukan? tapi aku belum siap!"
"Ahrin-ah, berhentilah bicara yang tidak jelas. aku sedang serius!" teriak pria itu tepat di depan si gadis yang dipanggil Ahrin tsb.
"eh? i..iya. maafkan aku. apa yang ingin kau bicarakan?"
"aku berpikir bahwa sebaiknya kita sudahi saja hubungan ini. aku lelah dengan semua ini. aku muak dengan sikapmu yang cemburuan. aku bosan dengan sikapmu yang over padaku. aku lelah ahrin-ah. bisakah kau mengerti? aku harap kau bisa!"
"A...apa? ta..tapi kan kita....."
"terserah kau saja. tapi aku menganggap semua ini telah berakhir. aku pergi!"
Sekejap pria tsb hilang dari pandangan Ahrin. Pria tsb meninggalkan Ahrin yang masih terdiam membeku untuk mencerna pembicaraan mereka tadi.
"KAU......... KAU TEGA KYUHYUN!! BRENGSEK KAU!!" Teriak Ahrin dengan lantang pada kesunyian malam.
*************************
" Kenapa kau meninggalkanku saat aku sangat membutuhkanmu? Apakah sikap cemburuku terlalu berlebihan? tetapi itu karna aku tak ingin kehilanganmu. aku...aku hanya takut ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia lebih dari yang aku lakukan. apakah itu salah, Kyuhyun-ssi? Apakah sikapku yang melindungimu terlalu over menurutmu? tapi aku melakukan itu semua karna aku ingin melindungimu. aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu Cho Kyu Hyun"
"Kau yang memintaku untuk pergi, ini sulit karna aku terlanjut menempatkanmu di tempat dimana tak seorang pun kecuali kau yang dapat menembus tempat itu. tapi jika dengan pergi bisa membuatmu bahagia, maka akan kulakukan. aku memahami betul bahwa cinta tak harus memiliki bukan?"
- THE END -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar