Sabtu, 22 Februari 2014

[FANFICTION] Let them cry for us?


IU-Eunhyuk-Married


Author: alanis (@hyukcrews)

Cast:
- Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)
- Lee Ji Eun (IU)

Genre: Romance

A/N:
Drable. Dont read because it might leave you hanging. And don't read if you don't like this couple.



Let the story begin....

*****

Just let them talk if they want to..
That don't bother me..
 I'm gonna keep on till the whole wide world knows..
That i really love you, and you really love me..
And let them whisper for they don't know what's between you and i..
We have the kind of love that's so strong..
We'd be together from now on..
They say that, gossip comes from the devil's workshop..
And only true love can make it stop.. 
They'll envious, of everything that we do..
But I wanna say it's wonderful..
 When you love someone..
 And that someone really loves you..
*****
"Oppa.." IU berkata sambil memeluk lengan Eunhyuk mesra.

"Waeyo?" Eunhyuk bertanya pelan sambil memberikan senyum manisnya pada kekasihnya itu.

"Kapan kita bisa seperti mereka huh?" Tanya IU menunjuk sepasang kekasih yang tengah berjalan bergandengan tangan.

"Ketika waktunya sudah tiba." Eunhyuk menjawab singkat.

"Aku ingin seperti mereka." IU berkata pelan. Tatapannya masih terfokus pada pasangan kekasih itu. Ia benar-benar iri pada mereka. Ketika pasangan lain bisa dengan mudahnya bergandengan tangan di depan publik, disinilah IU dan Eunhyuk, diam bergandengan tangan di dalam Mobil Audi Eunhyuk menyaksikan indahnya malam Kota Seoul. Ketika pasangan lain bisa dengan mudahnya berkencan di tempat umum, maka IU dan Eunhyuk tak bisa. Kencan mereka selalu dihabiskan di apartemen IU atau di dalam mobil, seperti sekarang karena takut ketahuan publik. Konsekuensi menjadi public figure.

"Babe.."

"Aku iri oppa. Kapan kita bisa go public? Aku ingin memamerkan pada seluruh dunia bahwa kau adalah milikku, dan aku adalah milikmu. Aku bosan seperti ini." 

"Kau bosan denganku huh?"

"Bukan begitu oppa. Aku bosan menghabiskan kencan kita di dalam mobil. Aku ingin merasakan kencan yang sebenarnya oppa."

"Kau tahu itu akan sulit babe.." Eunhyuk berkata pelan, memalingkan tatapannya kearah lain.
"Apanya yang sulit? Kita hanya perlu melakukan press conference, dan mengumumkan hubungan kita." 

"Kau tak mengerti." Eunhyuk mengacak rambutnya frustasi, benci kemana topik ini akan mengarah.

"Aku mengerti. Kau yang tak mengerti." IU berteriak, melepaskan genggamannya pada lengan Eunhyuk.

"Jieun-ah, kau tahu bagaimana fans ak-"

"Fans fans fans fans. Kau selalu mengutamakan fansmu. Apa mereka lebih berharga dibanding aku huh?" IU bertanya dengan mata berkaca-kaca. Benci tentang fakta bahwa Eunhyuk akan selalu mengalah demi fansnya.

"Tanpa mereka aku bukan siapa-siapa. Kau harusnya mengerti itu."

"Terserah. I'm leaving now." IU berkata marah. Membuka pintu mobil dan keluar setelahnya. Meninggalkan Eunhyuk sendiri di dalamnya.


"Kau tak mengerti Jieun-ah. Inilah hidup kita. Kita harus selalu mengalah pada fans. Seharusnya kau tahu itu sesaat setelah kau memasuki dunia ini."


******
"ARGHHHHHHH!"

 "Sampai kapan oppa? Sampai kapan? Huhuhuhu.." IU menangis terisak mengingat percakapannya dengan Eunhyuk tadi. Sadar bahwa Eunhyuk tak akan pernah bisa mengabulkan keinginannya.


"Aku capek oppa. Kenapa selalu kita yang mengalah untuk fan? Kenapa selalu kita yang menderita untuk fan? Kenapa selalu kita yang mengorbankan kebahagiaan kita? Kenapa selalu kita yang menangis untuk mereka? Kenapa? Huh.."


*****


"Hae-ah.." Eunhyuk memaggil sahabat karibnya itu lesuh. 

"Uhh..Hyuk? Ada apa?" Dong Hae bertanya dengan mata setengah tertutupnya. Ia tengah berada di alam mimpinya ketika Eunhyuk masuk ke dalam kamarnya dan memanggilnya dari alam mimpi.

"Jieun."


"Jieun? IU? IU pacarmu? Ada apa dengannya?"


"Seperti biasa, ia berkata ingin go public."


"Lalu? Kau menjawab apa?"


"Aku menolak untuk go public. Kau tahu bagaimana aku Hae-ah." Eunhyuk mendesah kecil.


"Apa alasannya sama?"


"Ya. Kau tahu aku sangat mencintai ELF Hae-ah. Aku tak ingin mereka menangis saat mengetahui berita ini. Aku juga tak ingin mereka merasa terkhianati setelah mengetahui hubunganku dengan IU."


"Yang kau lakukan sekarang pun tetap membuat mereka merasa terkhianati. Apa kau pikir menyembunyikan hubunganmu itu tidak membuat mereka merasa terkhinati? akan lebih bagus apabila mereka tahu sejak sekarang. Daripada kau terus membohongi mereka seperti sekarang." Donghae menasehati Eunhyuk. Sudah lebih dari 10 kali Eunhyuk datang kepadanya. Meminta solusi untuk masalahnya itu. Dan sudah lebih dari 10 kali pula Donghae menyarankan untuk go public saja. Tapi karena dasarnya Eunhyuk memang keras kepala, ia terus menolak saran Donghae tsb.

"Aku tetap tak bisa Hae-ah. Itu tak mudah. Aku tak ingin melihat para ELF yang mencintaiku setulus hati menang-"


"Let them cry for us. Just once."


"Let them cry for us?" Eunhyuk bertanya bingung dengan ucapan Donghae barusan.


"Ya. Biarkan mereka menangis untuk kita. Kita akan membuat mereka tertawa bahagia setelahnya, Kita akan kembalikan senyum mereka setelah deraian airmata yang mereka keluarkan untuk kita."

"Aku tak mengerti."

"Apa yang kumaksud adalah-"


This song is dedicated to the world’s biggest fan club
The “elf”, my girls, my angels.


Ponsel Eunhyuk tiba-tiba berdering, menandakan telepon masuk. Memotong perkataan Donghae. Eunhyuk segera mengambil ponselnya di saku belakang, dan mengangkat alisnya ketika membaca Caller ID-nya. IU.


"Yoboseyo?"


"Oppa...."
*******

"Oppa..." IU berkata pelan sembari memandang layar ponselnya yang lain. Memandang foto mereka. Foto Eunhyuk dan IU.


"Wae? Aku kira kau masih marah."


"Mianhae." Ucap IU pelan masih dengan tatapan terfokus pada layar ponselnya.


"Mianhae? Untuk apa?"


"Let them give way to us."


"Apa maksudmu?" Eunhyuk bertanya bingung, tak mengerti maksud perkataan IU.


"Let them talk bad."


"Mwo?"


"Let them cry for us."


"Jieun-ah, apa yang kau bicarakan huh?"


"Mianhae." IU berkata pelan sebelum mematikan sambungan telpon dan memencet tombol "Send" pada ponselnya yang lain di waktu bersamaan. Mengirimkan foto yang akan menimbulkan kericuhan besar setelah orang-orang melihatnya. Mengirimkan foto yang akan mengubah imej-nya setelah ini. Mengirimkan foto yang  akan membuatnya menerima caci maki. Mengirimkan foto yang akan memberikannya jalan untuk go public bersama kekasih yang dicintainya itu.



"Mianhae oppa. Let them cry for us. Once."

 





  - END -




Tidak ada komentar:

Posting Komentar