Casts : Kwon Jiyong, Sandara Park, 2NE1 & Bigbang members.
Genre : Sad, Romance
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
I hate myself for knowing everything
Before you even opened your mouth, I wanted to lie and run away
but your two eyes are telling me goodbye
Before you even opened your mouth, I wanted to lie and run away
but your two eyes are telling me goodbye
I finally set my heart to leave and it came to me like a harsh storm
It might be a fate that will wash away like the rain
Because it was more painful than a fate shattered like glass
At the end of this walk, I let you know but you wouldn’t know
It might be a fate that will wash away like the rain
Because it was more painful than a fate shattered like glass
At the end of this walk, I let you know but you wouldn’t know
I hate myself for knowing everything
Before I get wet with your tears, I tried to lie and avoid it
but your two eyes are telling me goodbye
Before I get wet with your tears, I tried to lie and avoid it
but your two eyes are telling me goodbye
I finally set my heart to leave and it came to me like a harsh storm
It might be a fate that will wash away like the rain
I was sick with a love fever
The meaning of these tears trickling to my dried lips- you’ll never know
It might be a fate that will wash away like the rain
I was sick with a love fever
The meaning of these tears trickling to my dried lips- you’ll never know
Don’t try too hard to get far away
My body has already broken into pieces just like you wanted
I can’t go a step closer to you
My body has already broken into pieces just like you wanted
I can’t go a step closer to you
I finally set my heart to leave
And it came to me like a harsh storm
It might be a fate that will wash away like the rain
Because it was more painful than a fate shattered like glass
At the end of this walk, I let you know but you wouldn’t know
And it came to me like a harsh storm
It might be a fate that will wash away like the rain
Because it was more painful than a fate shattered like glass
At the end of this walk, I let you know but you wouldn’t know
I was sick with a love fever
The meaning of these tears trickling to my dried lips- you’ll never know
The meaning of these tears trickling to my dried lips- you’ll never know
Aku merasa seperti b-jingan sekarang.
Aku benar-benar merasa buruk atas keadaan hubungan Dara dan Jiyong.
kenapa?
Dimwit!
Akulah orang yang
memperkenalkan Jiyong kepada Kiko. Sh!t. It means i was the one who
started all this shits. Bom benar-benar akan membunuhku sekarang jika
dia tahu akulah yang memperkenalkan Jiyong pada Kiko, aish.
FLASHBACK ON
“Neh, Jaljayo.
Saranghae baby girl.” Ucap Jiyong melalui ponselnya -yang kuyakini itu
pasti telpon dari Dara. bocah itu tidak pernah semanis itu -pengecualian
untuk Dara.
“Saranghae baby girl” aku menirukan ucapan Jiyong dengan ekspresi memuakkan, well this is my habit kekekeke.
“hyung kau membuatku ingin muntah..”
“for sure. anyway, kau tidak ingin keluar huh?”
“ani, Dara sudah menyuruhku untuk tidur hyung. Kurasa aku lebih baik-”
“kau membosankan.” aku memotongnya cepat, this is my other habit hohoho.
“Terserah. Aku ingin tidur, jaljayo hyung.”
“Yah! Jiyong please
sekali ini saja. Temani aku pergi clubbing. PLEASEEEE!!” Aku dengan
cepat memohon kepadanya. Well kami -Bigbang tengah berada di Jepang saat
ini, menyelesaikan schedule kami untuk beberapa hari ke depan. Dan
guess what? Aku menghabiskan waktuku selama 2 hari terakhir di Jepang
dengan pergi clubbing yang tentu saja tidak diketahui oleh Bom. Aku akan
mati sekali Bom mengetahui aku sering pergi clubbing huhuhuhu. Dan kali
ini aku meminta Jiyong pergi bersamaku karena PARTNERKU -SEUNGRI SEDANG
TAK ENAK BADAN. Dasar si panda itu. Tch. Aku tak mungkin mengajak
Taeyang atau Daesung, jezzz they ‘ re too innocent to be real. so here i
am, begging Jiyong so he could accompany me.
“I won ‘ t make it hyung. Kau tahu Dara membenciku pergi clubbing.”
“Well Dara sekarang tak ada disini, dia tak akan tau. sekali ini saja kumohon.”
“aku akan melaporkanmu pada noona hyung.”
“YAH DON ‘ T YOU DARE
KWON JIYONG!” Aku berteriak kerasa pada Jiyong “Tch, Apa kau tega
membiarkan hyungmu pergi clubbing sendirian? Bagaimana jika aku mabuk?
Kau tega aku dirampok atau tertangkap basah paparazzi? Kau ingin a-”
“Fine! Let ‘ s go.” KYAAAAAA! FINALLY!!!!!
@ NB CLUB
“hyung ayo pulang..”
“tch, sebentar lagi. Teman-temanku akan tiba sebentar lagi.”
“aku ti-”
“There you are.” sebuah
suara familiar memotong perkataan Jiyong, aku berbalik badan dan
menemukan Michael -teman baikku disini, bersama dengan para teman
gadisnya.
“Oh wassup bro.”
“yeah, ohhh you brought the mighty G-Dragon with you? Whoahhhh! Where that Seungrat?”
“Yes. Don ‘ t ruin my mood with that Seungrat. Ah Ji, kenalkan ini Michael.”
“Hey bro. Nice to meet you here.”
“Yeah, pleased to meet you. Anyway this is my friends, Haruka, Jessica, and Kiko.”
“Hai nice to meet you, I ‘ m Kiko. Hope to have a better relationship with you.” Kiko took Jiyong’s hand and winked at him.
FLASHBACK OFF
nah!
Sejak saat itulah
Jiyong dan Kiko menjadi dekat, dan mungkin dari situlah mereka memulai
‘hubungan’ mereka. Aish, andai saja aku tak mengajak Jiyong pergi
clubbing saat itu, Pasti Jiyong dan Kiko tidak akan pernah bertemu.
Jezzzzzz, dan juga aku adalah sebab kenapa Rumor Jiko beredar -rumor
foto mereka di sebuah kedai. Haist. Harusnya aku tak meminta Jiyong
menemaniku saat itu, jadinya media tak akan berspekulasi yang
tidak-tidak.
ARGGGHHHHHHHHHH!
Kenapa ini semua malah menjadi salahku? -___-
TAPI………
Dibalik itu semua, aku
merasa sangat kesal terhadap sikap Jiyong sebelumnya. Anak itu
benar-benar keras kepala. aku tak akan kaget jika nanti Dara
meninggalkannya.
“Hon…” Suara lembut memanggilku dari belakang, menyadarkanku dari lamunanku yang tanpa sadar mulai memakan kewarasanku-_-
“Bommie…”
“Why are u here?” Tanya
Bom dengan suara serak, matanya juga bengkak -akibat dari menangisi hal
yang terjadi pada Dara sebelumnya. Dia merasa bersalah karna tak dapat
melindungi Dara dari Jiyong. tapi aku bersyukur sekarang Bom sudah
berhenti menangis, aku bersumpah akan loncat dari lantai apartemenku
saat ini juga jika Bom tidak berhenti menangis.
“hm?”
“Ahh..hanya insomnia. Kau sendiri? Matamu bengkak darl…”
“sure, b-jingan itu
benar-benar hebat dalam membuat Dara sakit hati. Aku bersumpah tak akan
membiarkan b-jingan itu mendekati Dara lagi…”
“Bom…” aku meraih kedua pundaknya “Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri..”
“Tidak, Dara hanya akan terluka nantinya.”
“tapi..”
“Kau tak mengerti hon..
Dara itu terlalu baik dan…lemah..kelemahannya itulah yang membuat orang
mempermainkannya. Aku tak bisa hon.. Aku harus membantunya.”
“apakah kau berani
menjamin jika kau melarang Jiyong mendekati Dara, itu akan menyembuhkan
luka Dara? Apakah kau yakin Dara akan menjadi kuat jika Jiyong
menjauhinya?”
“well a-a-aku…”
“Tidak Bom…justru jika
kau menjauhkan mereka, kebenaran tak akan pernah terungkap. Jiyong tak
akan bisa menjelaskan alasannya, dan Dara pula akan terus terpuruk dalam
kesesatan dugaannya. Dara hanya akan terus mengasumsikan sesuatu tanpa
tau itu benar atau tidak. Apa itu yang kau mau darl?”
“i…i…i don ‘ t know..”
“let them be darl..
Biarkan mereka menyelesaikan masalah ini. Yes, we can help them but not
with separate them away. You got it?”
“tapi…bagaimana jika Dara memaafkan Jiyong dan memberinya kesempatan lagi? maksudku Jiyong akan menyakitinya lagi…”
“Trust him. Semua orang berhak memiliki kesempatan kedua darl. Tapi itu semua tergantung pada Dara.”
“aku hanya merasa Jiyong tak berhak memiliki kesempatan kedua..”
“Bom..Semua orang
berhak memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan mereka.
Mungkin kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Jiyong nanti jika dia
mendapat kesempatan kedua, kita tidak tau apa dia akan memanfaatkannya
dengan baik atau justru melakukan kesalahan yang sama lagi, tapi kau
harus tau darl, apapun yang akan terjadi kedepannya, tuhan sudah
mengaturnya. Yang akan terjadi kedepannya mungkin akan menjadi jalan
menuju kebahagian nantinya. Jadi apa salahnya kita memberikan Jiyong
kesempatan? Lagipula ini tergantung pada Dara. Kita tidak bisa
mengaturnya. You got it?”
“hmm…Baiklah..aku mengerti.”
“Nice girl!” aku mengusap rambutnya pelan. Gadis ini -well semua gadis 2NE1- benar-benar menyayangi Dara.
“Tapi bukan berarti aku akan melepaskan b-jingan itu.”
******
Everytime i see you i smile
I’ve said it hundreds of times You’re the love of my life
In the world of lies, my burdened soul
I only believe in you
Sometimes you get anxious that my heart will change
I smiled and said nothing like that would happen
A never ending path, my empty heart
The only path i’ll take is yours
Sometimes i hate myself when i second guess myself
Today i wipe you away from my life again
I’ve said it hundreds of times You’re the love of my life
In the world of lies, my burdened soul
I only believe in you
Sometimes you get anxious that my heart will change
I smiled and said nothing like that would happen
A never ending path, my empty heart
The only path i’ll take is yours
Sometimes i hate myself when i second guess myself
Today i wipe you away from my life again
Even if i cheat, dont ever cheat baby
Even if i forget you, dont ever forget me lady
Sometimes when i dont call and drink alcohol
By chance if i ever meet eyes with another girl, you only look at me.
Even if i forget you, dont ever forget me lady
Sometimes when i dont call and drink alcohol
By chance if i ever meet eyes with another girl, you only look at me.
You stayed up all night again and waited for me
You told me with your tears that you think my heart changed
But i said my feelings for you are still the same
All those nights we were together
I think it’ll be hard for me without you
Because of you, i find it hard to breathe
Endless struggle, long sighs
The only path i’ll take is yours
I hate that I’m starting to get tired of you
Without thinking, i forget you again
You told me with your tears that you think my heart changed
But i said my feelings for you are still the same
All those nights we were together
I think it’ll be hard for me without you
Because of you, i find it hard to breathe
Endless struggle, long sighs
The only path i’ll take is yours
I hate that I’m starting to get tired of you
Without thinking, i forget you again
I know that i can’t make up my mind
In all of my meaningless time
Like this, I become dirty, baby
I want you to stay innocent forever
This is the truth, my belief in you
Even if you die, please don’t leave me
In all of my meaningless time
Like this, I become dirty, baby
I want you to stay innocent forever
This is the truth, my belief in you
Even if you die, please don’t leave me
@ GrillJours Club
Dentuman musik
terdengar keras di seluruh penjuru ruangan. Hal yang biasa untuk sebuah
bar. semua orang tengah sibuk menikmati malam mereka -Drunk , Making out
, Dance. They are really party animals. Mereka gagal menyadari bahwa
seorang G-Dragon juga tengah berada di dalam bar itu, menghilangkan
segala ke-frustasiannya.
“Dara….”
“Baby girl….”
“Dalong…”
“Babe….”
Nama panggilan yang
ditujukan untuk Dara -the goddess of 2NE1 terus tedengar dari mulut sang
Dragon -Mungkin akibat alcohol yang mulai memakannya.
“Baby i ‘ m
sorry….ugh.” GD terus meneguk isi gelasnya. Tak peduli akan betapa
mabuknya dirinya saat itu. “Saranghae baby girl.. I ‘ m sorry…come back
to me juseyo…”
“Sir you drunk
already.” Sang bartender berkata pada GD. “Bagaimana jika anda
meminjamkan ponsel anda sehingga saya dapat menghubungi kerabat anda…”
“Here…” GD menyerahkan ponselnya kepada sang bartender.
“Who should i call sir?”
“Baby girl…..”
“Baby girl?”
“Yes.”
Setelah beberapa kali mencoba menghubungi Dara, akhirnya sang bartender menyerah. Dara tidak mengangkat teleponnya.
“Sir..dia tidak mengangkat teleponnya. Then who should i call?”
“D-mn! Hm….Seungri!
Yeah Seungri..ughhh…hubungi dia..” kata GD seperempat sadar, the alcohol
eat almost his whole mind already. Sang bartender pun akhirnya
menghubungi Seungri.
“Yoboseyo? Yeah.. dia
mabuk.. Oh di Grilljours Club. Ne..akan kujaga dia sampai kau datang.”
Ucap sang bartender mengakhiri sambungan telepon “He ‘ s coming sir..”
*****
Walking on the street, I bumped into your man
I didn’t want to believe it, but my hunch turned out right
He’s not wearing that ring you gave him, there’s another girl by his side
But I’ve said enough, I don’t wanna hurt you
I didn’t want to believe it, but my hunch turned out right
He’s not wearing that ring you gave him, there’s another girl by his side
But I’ve said enough, I don’t wanna hurt you
Now you’re getting angry with me
You say “He’s definitely not that kind of person”
Seeing your eyes, I reply that I probably got it wrong
See, I lied for you
You say “He’s definitely not that kind of person”
Seeing your eyes, I reply that I probably got it wrong
See, I lied for you
I hate that you don’t understand me
I hate all this waiting
Let go of his hand ,break it off with him
When you’re sad, I feel like I’m dying
I hate all this waiting
Let go of his hand ,break it off with him
When you’re sad, I feel like I’m dying
That XX, what does he have that I don’t
Why can’t I have you
That XX doesn’t love you
How much longer are you going to cry yourself silly?
Why can’t I have you
That XX doesn’t love you
How much longer are you going to cry yourself silly?
When you speak of him, you look so happy
It’s good that you can be this happy
You say you really love him, want to be with him forever
You trust him completely
Your friends all know that guy
It’s so obvious, why can’t you see
They say love is blind, Oh baby, you’re so blind
Please, I beg you, break it off
It’s good that you can be this happy
You say you really love him, want to be with him forever
You trust him completely
Your friends all know that guy
It’s so obvious, why can’t you see
They say love is blind, Oh baby, you’re so blind
Please, I beg you, break it off
Oh I hate that you don’t understand me
I hate all this waiting
Let go of his hand -break it off with him
When you’re sad, I feel like I’m dying
I hate all this waiting
Let go of his hand -break it off with him
When you’re sad, I feel like I’m dying
That XX, what does he have that I don’t
Why can’t I have you
That XX doesn’t love you
How much longer are you going to cry yourself silly?
Why can’t I have you
That XX doesn’t love you
How much longer are you going to cry yourself silly?
Expensive cars, beautiful clothes, high-class restaurants, they all suit you well
But that XX beside you, he doesn’t suit you, he really doesn’t
He smiles like a hypocrite with you, brushing your face and hair
But he’s thinking of another woman for sure, how dare he
The amount of tears you’ve cried, I want to make you happy by the same amount, baby
Rather than going through the pain alone, share some with me, baby
Please look at me, why can’t you realise that I am your love
Why are you the only one who doesn’t know
But that XX beside you, he doesn’t suit you, he really doesn’t
He smiles like a hypocrite with you, brushing your face and hair
But he’s thinking of another woman for sure, how dare he
The amount of tears you’ve cried, I want to make you happy by the same amount, baby
Rather than going through the pain alone, share some with me, baby
Please look at me, why can’t you realise that I am your love
Why are you the only one who doesn’t know
“Dara…”
“Jangan. Jangan membuka matamu. Kumohon!” Ucap Dara terisak.
“Dara aku-”
“Tidak Bae..aku tak
ingin kau melihat sisi lemahku.” Jawab Dara dengan isakan yang lebih
keras. Setelah Dara bertemu dengan Taeyang di atap gedung, mereka
memutuskan pergi ke practice room yang sudah selesai dipakai di lantai
4. Disana, Dara meminta Taeyang untuk menutup matanya, and the rest is
history. Dara menangis sesaat setelah Taeyang menutup matanya, tak ingin
orang melihat sisi lemahnya lagi.
“Aku sudah melihatmu
menangis tadi Dara…lagipula aku tak tahan hanya bisa mendengarmu
menangis. Biarkan aku membuka mata dan melakukan sesuatu yang dapat
menenangkanmu..”
“A-a-ku ti-”
“Sshhhhh..” Taeyang
memotong ucapan Dara dengan menarik Dara ke dalam pelukannya. Melanggar
permintaan Dara untuk menutup matanya sampai waktu yang diinginkannya.
“Bae…aku..”
“Sshhhh..Calm your self Dara. Menangis tidak akan menyelesaikan masalahmu..Kau sudah cukup banyak menangis hari ini..”
“H-hanya i-ini ya-yang da-dapat me-meringankan lu-lukaku Bae…” Ucap Dara lemah.
“Fine. Tapi berjanjilah padaku setelah ini kau tidak akan menangis lagi. Lemah hari ini bukan berarti lemah selamanya.”
“A-aku a-akan be-berusaha..hiks..”
“Smart girl. Ah sudah
malam, kau tak ingin pulang huh? Chaerin pasti mencemaskanmu. Well semua
gadis-gadis itu tentu saja mencemaskanmu.”
“A-aku b-elum siap bertemu mereka..hiks.”
“Kalau begitu aku akan mengantarkanmu ke rumahmu. Kurasa Cheondung belum tidur jam begini.”
“Andwae! Bi-bisakah aku
menginap di apartemenmu malam ini? Sekali ini saja kumohon. Aku tidak
ingin mereka melihatku dalam keadaan kacau seperti ini.”
“Baiklah.” Kata Taeyang sambil menarik Dara ke dalam pelukannya, menenangkannya.
******
“Yah hyung! Apa yang
membuatmu seperti ini? Aish.” Kata Seungri cepat sesaat setelah
menemukan hyungnya itu dalam keadaan mabuk berat. “aish. Sajangnim akan
memanggang p-ntatmu itu hyung jika dia tau kau mabuk-mabukkan seperti
ini.”
“arrghhhhhhh..diamlah. Berisik!” Kata Jiyong marah sambil mendorong Seungri menjauh.
“Hyung kau membuatku
semakin membencimu. Kau tahu aku sangat malas menjemputmu kemari karna
aku masih marah padamu hyung. Tapi karna aku memikirkan reputasi Bigbang
jadi aku datang kemari. Haish.” Seungri mengacak rambutnya frustasi.
“bagaimana jika paparazzi melihatmu seperti ini hyung? Namamu akan
hancur. Ashit!”
“So what? The hell i care.” Ucap Jiyong malas “i don ‘ t care anymore rat, All i care is Dara.”
“HYUNG!!”
“jezzz..aku menyesal memintamu kemari..ugh..pulanglah..lebih baik panggil Dara kemari untuk menjemputku..” Ucap Jiyong asal.
“Menjemput pantatmu. Dara hates you already hyung. You broke her heart. So don ‘ t expect her to come here just fetch you..”
“Dara membenciku? Baby girl hates me?” Tanya Jiyong mulai melemah setelah mendengar kata ‘Dara membencinya’.
“YESSSSSS!” teriak Seungri keras.
“Baby girl..hiks..hiks..kau..hiks..tak..boleh..membenciku..hiks..” Jiyong mulai menangis membuat Seungri terdiam sesaat.
“hyung…”
“Seungri aku mencintainya hiks..a-aku mencintainya rat..a-aku huhuhuhu…”
“Hyung kumohon jangan menangis.” Ucap Seungri mulai melemah, kemudian merangkul pundak Jiyong. Mencoba menenangkannya.
“Bantu aku maknae..bantu aku…bantu aku untuk mendapatkan maafnya..” ucap Jiyong memohon.
“Aku..aku tidak bisa hyung.”
“Kumohon..aku akan mati
tanpanya Rat. Kumohon..” Pinta Jiyong mulai berlutut dibawah kaki
Seungri, membuat Seungri semakin terdiam. “Aku tak bermaksud
menyakitinya rat..hiks..kumohon percayalah..”
“Aku percaya kau mencintainya hyung, tapi..tapi aku..”
“Kumohon, aku tak ingin
Taeyang merebutnya. Aku lebih baik mati tanpanya rat..
Kumohon..huhuhu.” Tangisan Jiyong semakin keras, pegangannya di kaki
Seungri pun semakin erat.
“a-aku…baiklah aku akan membantumu..tapi kumohon berdirilah..”
“Jinjja? Thanks maknae.. Thank you so much.” Jiyong berdiri masih dengan air mata di pipinya, memeluk Seungri erat.
“Ne.” Jawab Seungri pelan, ragu dengan ucapannya sebelumnya.
*****
“Ne unnie. Dara unnie
belum pulang juga. Molla. Ne arraso.” ucap Chaerin mengakhiri sambungan
telepon dengan Bom. “aish..dara unnie kemana kau..”
“Aku merasa kasihan
pada Dara unnie. Harusnya kita berada disampingnya sekarang, harusnya
kita menenangkannya.” Ucap Minzy pelan.
“ne, aku benar-benar membenci Jiyong oppa. Aku ak-”
Naega jeil jal naga
Naega jeil jal naga
Naega jeil jal naga
Naega jeil jal naga
Je je jeil jal naga
Naega jeil jal naga
Naega jeil jal naga
Naega jeil jal naga
Je je jeil jal naga
“yoboseyo?”
“Chae…”
“Unnie? Dara unnie?
Yah! Kau dimana? apa kau baik-baik saja unnie? Ini sudah malam, cepatlah
pulang. Beritahukan dimana kau sekarang un, aku ak-”
“YAH! Kau bawel sekali cl-roo..” Dara memotong perkataan CL. “Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu kalau begitu haish.”
“aku mengkhawatirkanmu unnie..” Ucap Chaerin pelan.
“kau harusnya lebih mengkhawatirkan dirimu Chae, ini sudah malam. Kenapa kau belum tidur huh?”
“Yah jangan mengalihkan topik unnie, cepat jawab pertanyaanku.”
“Haish fine. Aku sekarang sedang dijalan,dan ya aku baik-baik saja. Kenapa kau belum tidur huh?”
“Kau mengharapkanku
untuk tidur lelap sekarang unnie? Aku mencemaskanmu. Damwit! Bagaimana
aku bisa tenang mengetahui bahwa unnie kesayanganku sedang tidak dalam
kondisi baik-baik saja, dan belum pulang ke rumah di waktu semalam ini.
aku mengkhawatirkanmu unnie..” suara Chaerin mulai melemah seiring
dengan butiran airmata yang jatuh dari sudut matanya.
“Chae… Aku minta maaf
karna telah mengkhawatirkanmu, aku baik-baik saja. Sekarang tidurlah.
Aku hanya ingin memberi tahu bahwa aku tidak akan pulang malam i-”
“Mwo? You can ‘ t
unnie! Kau harus pulang. Aku tidak bisa tenang sebelum melihatmu dalam
keadaan baik-baik saja dengan kedua mataku.”
“Aku bersama Yongbae, tak perlu khawatir. Arasso?”
“Yongbae oppa? Jinjja? Ah…baiklah. Tapi kau baik-baik saja kan?”
“Aku tidak bisa bilang
aku baik-baik saja sekarang, tapi aku berjanji akan baik-baik saja saat
kau melihatku..” Suara Dara mulai bergetar.
“Unnie…”
“Tak perlu khawatir Chae.. Lebih baik kau istirahatlah!”
“Ne unnie, tapi.. Kenapa kau tidak pulang malam ini? Kami bisa sedikit menenangkanmu kalau kau pulang, you know it.”
“A-aku aku hanya belum siap bertemu dengan kalian Chae..”
“Unnie ka-”
“aku tak ingin kalian
melihat kondisiku sekarang. Aku ingin kalian melihatku sebagai seorang
unnie yang kuat, yang tidak akan pernah menunjukkan airmatanya walaupun
seluruh dunia mengkhianatinya, mencacinya, aku ingin menjadi unnie yang
tetap tersenyum walaupun sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Aku
ingin menjadi contoh yang baik untuk kalian Chae..hikss” Dara mulai
terisak “Aku tidak ingin dongsaeng-dongsaengku melihat sisi lemah ini.
Mengertilah Chae..”
“Unnie..maaf..maaf aku
tidak bisa berbuat banyak untukmu disaat kau sedang dalam masa-masa
sulitmu seperti ini, maaf aku tidak bisa menenangkanmu seperti kau
menenangkanku saat aku dalam masalah.. Maaf unnie..hikss..” Chaerin
menangis, tidak mampu menahan emosinya. Mendengar unnienya menangis
benar-benar kelemahannya.
“Sshhh.. Uljima Chae-ah. Aku menyayangimu..Stop crying already.”
“Ne, aku menyayangimu
juga unnie hiks.” Chaerin menghapus airmatanya. “Kau harus tahu unnie,
kapanpun kau membutuhkan pundak untuk bersandar, kapanpun kau
membutuhkan seseorang untuk menopangmu, kami akan selalu ada untukmu.
Kami tidak akan pernah membiarkanmu sendirian.”
“Omg..Chae..kata-katamu sangat manis. Thank you. Thank you so much my baby rin..hiks”
“YA! Berhenti menangis unnie..”
“kata-katamu membuatku terharu Chae..hiks”
“Aish kau ini unnie.
Ah, tolong ingatkan padaku untuk mencekik leher Jiyong oppa saat bertemu
dengannya, aku akan mematahkan tulangnya untuk menyakitimu seperti
ini..”
“Hahaha, tak perlu
Chae. Ah, sepertinya aku harus menutup telponnya sekarang. Kau
istirahatlah, katakan pada Bom dan Minzy maaf karena telah membuat
mereka khawatir. Dan jangan lupa untuk memakan sarapan kalian besok
pagi, arasso?”
“Ne unnie, kau juga. See you!” Chaerin meletakkan ponselnya. “Dara unnie tidak akan pulang. Tidurlah sekarang Minzy-ah.”
“Wae? Ta-”
“Sstt. Istirahatlah.
Dara unnie baik-baik saja. Jaljayo!” Chaerin mencium pipi Minzy dan
bergegas menuju kamarnya. Akhirnya merasa lega mengetahui bahwa unnie
‘baik-baik’ saja.
*****
“Is it okay Bae?”
“Ne, kau masuklah. Tidurlah dengan nyenyak. Jangan menangis lagi, arasso?”
“Yeah. Thanks Bae.” Dara tersenyum pada Taeyang, berterima kasih untuk perhatiannya.
“Masuklah. Ohya, kau ingin makan apa untuk sarapanmu besok?”
“Pancake strawberry.”
“Baiklah, aku akan menyiapkannya sebelum kau bangun.”
“Jinjja? Wah..terima kasih.” Ucap Dara, dan bergegas memeluk Taeyang.
“Errrr, aku masuk dulu. Jaljayo!” Dara masuk ke dalam kamar, meninggalkan Taeyang yang masih terdiam karena pelukan Dara tadi.
“Aish, she really got me losing my mind.”
*****
@ NB Club.
“Wow. Kau berhasil!” Puji Jessica kepada Kiko.
“Sure, there ‘ s no way in hell i will lose the bet.”
“Haha aku tidak menyangka kau berhasil mendekati seorang G-Dragon..” Ucap Haruka Iri kepada Kiko.
“Blame my pretty face then..hahaha”
“Hahaha..” Jessica dan Haruka tertawa mendengar ucapan Kiko.
“By the way, jangan lupakan taruhanmu.” Ucap Kiko Serius.
“Well, aku akan
mengikhlaskan kontrak dengan majalah ViVi dua edisi-ku untukmu huh.”
Ucap Jessica lemah, merasa sedih harus melepaskan kontrak berharganya
dengan majalah terkenal itu.
“Salahmu mengajakku bertaruh.. Well..” Kiko menatap Haruka.
“Yayayaya, aku akan
merelakan kontrakku sebagai main model dengan Tokyo Jours untukmu.
Puas?” Ucap Haruka lemah, sama seperti Jessica.
“Ofc, hahaha.”
“i can ‘ t believe you won the bet..”
“Hahaha..” Kiko tertawa
kepada temannya, kemudian mengambil segelas tequila dihadapannya.
“But..i feel sorry for that girl…” Ucap Kiko sedih.
“You mean Dara?”
“Yes. Aku merasa
bersalah telah menghancurkan hubungan mereka. Wajahnya malam itu
benar-benar menghantuiku. Aku merasa bersalah. rasanya aku ingin meminta
maaf padanya. dia sangat polos dan…baik, yah walaupun dia memanggilku
bitch.” Ucap Kiko pelan, sepertinya merasa bersalah dengan apa yang dia
lakukan.
“Aish, sudahlah. Jangan pikirkan itu.” Jessica berkata kepada Kiko sembari melakukan Cheers dengannya.
“By the way, mau taruhan lagi?” Haruka memecahkan keheningan, sebuah seringai terpampang jelas di wajahnya.
*****
~TBC~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar