Cast : - Kwon Jiyong (G-dragon of Big Bang)
- Sandara Park (Dara of 2NE1)
- Other Big Bang and 2NE1 members as well
Genre : Romance , Sad
A/N :
Hell-o!! This is the first daragon fanfict i published here!! I've wrote so many fanfics but it starred by super junior members lol. and i just published drable fanfict here, and this is the first time i publised my chapter-fanfict. So hope you like my new fanfict!! Don't expect too much from this fanfict, and just enjoy okay:-* and this also published on daragonindo.
DARAGON ALL THE WAY BABY!
HENGSHO^___^
*******
Pernahkah kau merasa hidupmu hancur dalam sekejap?
Pernahkah kau merasa terkhianati oleh seseorang yang kau pikir tak akan
pernah menyakitimu?
Pernahkah kau merasa sakit yang begitu besar dari orang yang sangat kau
cintai?
Pernahkah kau merasa duniamu runtuh seketika?
Pernahkah kau merasa kematian adalah satu-satunya jalan?
Ya, aku pernah.
Aku tertawa miris mengingat kejadian seminggu lalu. Kejadian
yang mengubah seluruh poros hidupku. Tsk, aku sangat jijik dengan diriku saat
itu, terlalu dibutakan oleh cinta-abadi-selamanya yang tak pernah ada. Betapa
menyedihkannya aku saat itu. Haft, tapi dari itu semua aku paling jijik dengan
pria itu, pria brengsek yang tak punya hati.
FLASHBACK ON
Saat ini aku baru saja selesai melakukan syuting untuk MV
2NE1 yang akan dirilis minggu depan. Hah, aku sangat sibuk sekarang. Aku baru
saja selesai melakukan promosi untuk lagu-lagu kami sebelumnya, dan sekarang
aku juga baru menyelesaikan syuting MV terbaru kami. aku pasti akan sibuk lagi.
aku benar-benar sibuk, bahkan aku belum bertemu dengannya sebulan ini. Bertemu
dengan pria yang sangat kucintai itu. Ah, aku tak sabar pulang sekarang.
"Unnie, kau pulang ke dorm atau pulang ke apartement
kalian?" Chaerin bertanya padaku yang sibuk membereskan barang-barangku.
"Aku pulang ke apartement kami, Chae." Ya,
apartement kami. Aku dan Kwon Jiyong, atau yang lebih dikenal dengan Kwon
leadeh G-Dragon. "Chae, sepertinya aku akan pergi sekarang. Tolong
sampaikan pada Bom dan Minzy kalo aku tidak pulang malam ini."
*****
Aku sekarang berdiri di depan apartement kami. Aku berencana
memberikan kejutan kepadanya, jadi aku tidak memberitahunya bahwa aku akan
pulang malam ini. Setelah 1 bulan sibuk dan tak bertemu dengannya membuatku
benar-benar merindukannya. Aku harap dia sedang tak sibuk sekarang, aku
benar-benar ingin menghabiskan waktu dengannya.
aku menekan password apartement kami. Saat aku masuk, aku
tidak menemukannya di ruang tamu. Yang kutemui hanya TV menyala dan sampah
disana-sini. Aish that guy...Aku melangkahkan kakiku kea arah kamar,
bersemangat untuk bertemu dengannya. Saat pintu kamar terbuka alangkah kagetnya
aku….
Disana...
Di atas tempat tidur kami terdapat Jiyong dan perempuan yang
kukenali sebagai Kiko sedang berciuman panas. Tidak menyadari kedatanganku.
Mungkin dia tengah sibuk menjelajahi isi mulut Kiko sehingga tidak
memperdulikan sekitarnya. Bagaikan surga milik mereka mungkin.
Aku hanya terdiam di tempatku menyaksikan pemandangan yang
tak pantas dilihat itu. Aku tak percaya dengan mataku sendiri. Aku benar-benar
berharap aku salah melihat sekarang, atau setidaknya tolong keluarkan aku dari
sini. Tak sadar air mata mulai memaksa keluar dari ujung mataku.
Sakit!
Sakit rasanya melihat pria yang kucintai selama ini sedang
berciuman panas dengan wanita yang selama ini dikabarkan dekat dengannya diatas
ranjang kami. Sekali lagi, RANJANG KAMI!
Aku selama ini diam, membutakan mataku, menulikan telingaku
dari rumor yang beredar tentang mereka -Kiko dan GD- yang mempunyai hubungan. Aku
selalu bersikeras bahwa mereka hanya teman. Aku terlalu mempercayai Jiyong. Aku
benar-benar terbodohi oleh cinta palsu yang diberikan Kwon Jiyong. Betapa
bodohnya aku. Tanpa sadar air mataku semakin banyak mengalir menghasilkan suara
isakan yang mengagetkan duo sejoli yang sedang bercumbu itu.
"Dara......"
Suara itu. Suara pria yang sangat kupercayai, suara pria
yang sangat kucintai dan juga suara pria yang sama yang membuatku hancur
berkeping-keping.
"Dara aku bisa jelaskan ini.." Jiyong mulai
melangkahkan kakinya kearahku mencoba untuk memegang bahuku. Tapi rasanya
hatiku sudah terlalu mati rasa bahkan aku tak ingin mendengar penjelasan apapun
darinya. Karna aku yakin, kebohonganlah yang akan keluar dari mulutnya.
"Please..don't come near me.." aku melangkahkan
kakiku ke belakang mencoba untuk menghindarinya, sungguh aku tak ingin
mendengar apapun darinya, aku bahkan tak ingin disentuhnya walau hanya seujung
jari.
"aku bisa jelaskan ini Dara."
"Jangan jelaskan apapun tentang ini! Jangan! Kumohon
Ji! Aku yakin yang akan kau katakan hanya kebohongan yang akan menutupi
kebohonganmu yang lain. Aku tak ingin Ji!" Kataku terisak sambil tetap
berjalan mundur.
"Da-"
"STOP! Aku hanya akan pergi, dan silahkan lanjutkan
agendamu dengan perempuan jalang itu!" Kataku sambil menatap Kiko yang
terdiam di tempat tidur. Cih! "aku pikir lebih baik kita pu-"
"Dara kumohon jangan! Aku tak ingin putus. Kumohon. kau
tahu aku sangat mencintaimu kan?" Kata Jiyong sambil meraih bahuku cepat
dan membawaku kepelukannya.
"Lepaskan aku bajingan! Aku tak sudi dipeluk seorang
bajingan sepertimu! Lepassss!!!" aku berteriak sambil berusaha melepaskan
pelukannya. Aku tak sudi berada dalam pelukan laki-laki brengsek ini.
"Dara jangan tinggalkan aku! Aku mencin-"
"STOP! Jangan berani berkata kau mencintaiku lagi. Aku
muak. kalau kau mencintaiku tak mungkin kau bercumbu dengan wanita lain diatas
ranjang kita Ji! kau keterlaluan!"
"Dara tolong..."
"aku kira urusanku sudah selesai. aku permisi.
lanjutkan apa yang sebelumnya kau lakukan, anggap aku tak pernah datang."
Aku berkata sambil mendorong tubuhnya menjauh dan dengan cepat keluar dari
apartement ini, meninggalkan pria yang sangat kucintai didalamnya bersama
perempuan lain. Menghabiskan malamku dengan tangisan yang tak kunjung berhenti.
END OF FLASHBACK
"Cih." aku mendesis pelan mengingat kejadian itu.
"mwo?" Minzy mengagetkanku, memandang kearahku
dengan mata membulat.
"kau kenapa melihat kearahku begitu maknae? Huh?"
"kau bilang apa tadi unnie?" tanya Minzy sambil
memandangku lekat. Aish sepertinya tadi dia mendengar desisanku.
"Ah tak apa-apa. Aku hanya sedang berpikir."
"Oh, baiklah. Unnie, lebih baik kau rapikan barangmu.
Kita akan pulang ke Korea besok." Jawab Minzy memperingatkanku dan
melangkah keluar dari kamarku.
Aku mendesah pelan. Huh, besok kami akan kembali ke Korea?
itu berarti aku akan bertemu dengannya? Cih! Aku tak siap bertemu dengannya,
aku masih belum terlalu mampu mengontrol perasaan dan emosiku. keesokan harinya
setelah kejadian itu, 2NE1 menerima pekerjaan di Jepang selama seminggu, dan
aku sangat senang karna itu. Itu berarti aku tidak akan bertemu dengan Jiyong
untuk seminggu, tapi sekarang aku sudah harus kembali. Aishtttt! Oh ya, aku
bahkan belum memberitahu siapa-siapa tentang hubungan kami yang telah berakhir.
Aku memutuskan tidak memberi tahu siapa-siapa karna jika aku memberi tahu orang
lain, aku hanya akan dikasihani karna dipermainkan oleh pacar yang paling
kucintai itu. Tsk, aku tak ingin dikasihani. Aku perempuan yang kuat. Dan aku
juga tak ingin memberitahu member lain karna aku yakin ketika aku
menceritakannya, mereka pasti akan langsung menyerbu Jiyong, terutama Bom. Dia
pasti akan langsung membunuh Jiyong. Dan aku tak mau itu terjadi. Itu hanya
akan merusak hubungan baik 21Bang. Jadi aku memutuskan untuk tidak memberitahu
orang lain dulu.
Betapa baiknya aku….
*****
Setelah kembali dari Jepang, gadis-gadis 2NE1 langsung
berangkat menuju gedung YG karna mereka harus melakukan dance practice untuk
lagu terbaru mereka yang akan mulai dipromosikan besok. Dara mulai menunjukkan
wajah malasnya mengetahui bahwa mereka akan pergi ke gedung YG, yang berarti
mungkin dia akan bertemu si 'brengsek' itu.
"Unnie kau kenapa? Biasanya kau yang paling
bersemangat." ujar Chaerin yang berada di sampingnya, mulai bosan melihat
ekspresi di wajah unnie favoritenya itu.
"kau kenapa Ssantoki? Kulihat kau sedang bermasalah?
Berminat bercerita?" ucap Bom tiba-tiba membuat Dara berpikir keras.
'tidak, aku tidak boleh mengatakannya. Bom pasti akan
mengacak isi gedung YG kalo aku mengatakan sekarang'
"Mwo? Ah aku hanya lapar kekeke."
"Benarkah? Kau tak sedang berbohong kan?" Bom menyadari
ada yang aneh dari Dara, menyebabkan dia curiga dan ingin tahu apa yang membuat
Park Sisternya itu uring-uringan.
"Ah, aku hanya benar-benar lapar Bom."
"Baiklah aku percaya, kita akan makan dulu sebelum
dance practice. Kau harus makan banyak, arasso?" Ucap Bom akhirnya, masih
dengan kecurigaan yang menyelimutinya.
"ne Bommie."
*****
Setelah selesai melakukan dance practice untuk lagu terbaru
mereka, gadis-gadis 2NE1 memutuskan untuk beristirahat di dalam practice room.
Mereka beristirahat dengan tenang sampai suara bising Seungri menganggu
ketenangan mereka...
"Chaecat!!!!"
"YA! Kenapa kau harus teriak-teriak hah?" Bom
langsung menjitak Seungri saat dia telah berada di samping Bom.
"Ouch! Ya noona kenapa kau memukulku? chaecat tolong
ak-aww!!"
"Itu balasan untukmu karna telah menganggu kami
Seungrat!" balas Chaerin dengan wajah terganggunya.
"Dimana Tabi?" tanya Bom pada Seungri setelah puas
menjitakinya.
"Mwo? Kau menanyakan TOP hyung padaku setelah kau
men-" ucapan Seungri terhenti ketika dia menangkap tatapan membunuh yang
Bom berikan. "Aish arasso arasso. hyung akan segera kemari. Mereka hanya
sedang berbincang dengan para trainee." setelah Seungri menjelaskan,
Daesung langsung muncul di dalam ruangan itu, disusul dengan member Big Bang
lainnya kecuali Jiyong.
"Bommie! Aku benar-benar sangat merindukanmu hon."
ucap TOP manja yang membuat gadis-gadis 2NE1 yang lain memasang mimik wajah
ingin muntah. Member 2NE1 dan Big Bang tengah sibuk bercanda ketika pintu
terbuka, menampakkan wajah kusut Jiyong yang berjalan kearah mereka, membuat
satu dari gadis 2NE1 memalingkan muka dan bergegas berdiri ketika Jiyong duduk
diantara mereka.
"Aku harus pergi." ucap Dara tiba-tiba, bersiap
untuk pergi ketika Jiyong lekas menahan tangannya, menahannya agar tak pergi.
"Lepaskan." ucap Dara pelan yang nyaris tak
terdengar siapapun tapi mampu didengar oleh Jiyong.
"YA! Kau pikir kau mau kemana Dara?"
"Aku lupa bahwa aku harus menemui Yanggaeng sekarang.
Kostumku untuk besok harus dipersiapkan Bommie."
"kalau begitu Jiyong temanilah Dara!" ucap TOP
memerintah ke Jiyong.
"A-"
"tidak perlu, aku sudah cukup dewasa untuk pergi sendiri!" Potong Dara sebelum
Jiyong sempat menjawabnya.
"Apa kalian berkelahi unnie??" tanya Minzy yang
sedari tadi diam melihat unnie dan oppa-nya saling berperilaku dingin.
"Tanyakan pada Jiyong." ucap Dara sebelum pergi
meninggalkan mereka yang langsung menajamkan tatapan mereka kearah Jiyong.
"a-a..ka..kami.."
"jangan berani berbohong padaku G-Dragon.." ucap
Bom sambil melempar tatapan membunuhnya pada Jiyong. Membuat seisi ruangan
bergidik ngeri. Aura yang diberikan Bom benar-benar menakutkan.
"kami..kami sudah selesai."
"selesai? Apa maksudmu oppa?" tanya Chaerin tak
mengerti dengan maksud Jiyong.
"kami putus."
"MWO??? Kenapa kalian putus? Apa kau berselingkuh? Atau
kau memutuskannya? YA! Apa yang-" Bom bicara dengan sangat keras bersiap
memukul Jiyong ketika Jiyong menjawab pertanyaannya.
"Dara melihat aku dan Kiko berdua.."
"MWO!? Kau berani berselingkuh dibelakang saudara
Park-ku? YA! aku akan membunuhmu." teriak Bom berusaha memukul Jiyong.
"Ani noona, aku bisa menjelaskannya! Dara salah paham
kepada kami noona."
"Salah paham apa maksudmu hah?" Tanya Bom tak
sabar, benar-benar ingin mengekspresikan kemarahannya pada Jiyong, orang yang
berani menyakiti saudari Park-nya.
"Dia melihatku dengan Kiko di dalam apartement kami
sedang berciuman noona, tapi aku bisa menjelaskan! Aku tak-"
"BERCIUMAN?? Kau bilang salah paham? You son of a b*tch!
Let me kill you! Beraninya kau berciuman dengan ikan itu di depan Dara! Aku
akan membunuhmu Kw-" teriak Bom berusaha untuk memukul Jiyong kembali,
ingin mengeluarkan semua amarahnya setelah mendengar penjelasan dan '
pembelaaan ' Jiyong, tapi dengan cepat TOP dan Chaerin menghentikannya dan
membawanya keluar dari practice room menjauhi Jiyong. Meninggalkan Jiyong,
Taeyang, Minzy dan Seungri di dalamnya. Hening.
"kau..kau menghianatinya huh?" Tanya Taeyang
kemudian, memecahkan kesunyian di dalam ruangan.
"Bae aku tak bermaksud, kau tahu.."
BAM!!
Taeyang dengan cepat meninju wajah Jiyong dengan keras
membuat Jiyong dan yang lainnya terkejut dengan sikap tiba-tibanya itu.
"Kau brengsek! U son of a b*tch! Beraninya kau
menghianatinya hah? Kau keterlaluan bro!" Taeyang melancarkan tinjunya
sekali lagi ke Jiyong, memukulnya sekuat tenaganya. Daesung, Minzy dan Seungri
mencoba untuk memisahkan mereka berdua, Jiyong terlihat mulai termakan emosinya
karna mendapat pukulan bertubi-tubi dari sahabatnya itu.
"Kenapa kau memukulku huh?"
"kenapa aku memukulmu? You asked me WHY? ARE YOU SURE
ASKED ME THAT? HELL!! Im so fckin want to punch your fcking face until peoples
can ' t recognized you anymore! you bastard!! a fcking son of a b*tch!"
"HELL YEAH!! What the fuck heh?"
"you know i love her, you know how deep i fall for her,
you know how i suffered everytime to see her with you, but now what? U fucking
cheated on her!!! And now u asked why? YOU A$$HOLE!"
"is it? It ' s because my fucking bestfriend love my
fucking girlfriend so much? HELL! she doesn ' t even love you jerk!! you should
stop love her!! Even if i cheated on, so what? She will always love me, fucking
only love me!!"
"fuck you Ji!!" Taeyang melancarkan pukulan
terakhir diwajah Jiyong sebelum pergi meninggalkan Jiyong, "Dara should've
picked me before over you. I'm so fucking dissapointed on you bro! I'll take
her from you﹑ i swear! I will make you regret made this to her."
Jiyong ingin mengejar dan meninju Taeyang ketika dia
mendengar perkataan Taeyang barusan.
'Fuck off! No one can take Dara from me, even you ba$tard!
She's mine, only and forever mine'
- TBC -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar